Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Selenggarakan Pelatihan Satelit ALOS-2
Penulis : Tety • Media : PosSore • 12 Feb 2015 • Dibaca : 39473 x ,

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Japan Aerospace Explorating Agency (JAXA) menggelar pelatihan dan workshop pemanfaatan data satelit Jepang. Worshop setengah hari ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan para peneliti dan perekayasa Indonesia dalam mengolah dan menganalisis data satelit radar, ALOS PALSAR-2 untuk berbagai kebutuhan.

Dr. Rokhis Khomaruddin MSi, Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, menjelaskan, adanya kegiatan itu tak lepas dari wilayah Indonesia yang terletak di daerah tropis sehingga mempunyai kondisi tutupan awan tinggi. Karenanya, pengolahan dan penganalisisan data satelit radar sangat penting bagi pemantauan di Indonesia.

“Selama ini, pemantauan satelit untuk wilayah Indonesia menggunakan satelit bersensor optis. Akibatnya, sebanyak 40% dari data yang diperoleh memiliki tutupan awan lebih 30%. Hal ini tentunya akan menyulitkan dalam memperoleh data satelit secara lengkap,” paparnya, di sela worshop di Ruang Training Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh Lapan, Pekayon, Kamis (12/2).

Dalam workshop itu menghadirkan Dr. Masahito Honzawa, Secretariat Sentinel Asia dan Makoto Ono Advisory Scientist Solution Service Departemen Restec (Remote Sensing Technology Center of Japan) untuk memberikan pemanfaatan seputar ALOS-2 Satellite Data User.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan metode pengolahan data satelit radar yang dapat digunakan untuk mendukung program nasional pemerintah saat ini, seperti ketahanan pangan, kemaritiman, perubahan iklim, dan mitigasi bencana,” katanya.

Pelatihan diikuti oleh 29 peserta dari berbagai lembaga pemerintah dan perguruan tinggi antara lain Lapan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, BPPT, BIG, ITB, IPB, dan Universitas Udayana.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari mengenai Theory of SAR and ALOS-2 Data Handling, Land Cover Classification with SAR Data, Orthorectification, Slope Correction, Orthorectification and Slope Correction with Prism DEM, serta pemanfaatan SAR untuk bencana alam dan pertanian.

Dikatakan, satelit ALOS-2 yang diluncurkan pada Mei 2014 itu memiliki berbagai kelebihan dibanding satelit ALOS-1. Kelebihannya yaitu resolusi spasialnya lebih tinggi dan mampu mengitari bumi dalam 14 hari sekali. Sementara itu, satelit pendahulunya mengitari bumi dalam waktu 49 hari sekali.

Data satelit radar sendiri merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan pemantauan tersebut. Bahkan, satelit radar berpotensi tinggi untuk mendukung program nasional pemetaan biomass untuk penghitungan emisi karbon, pemantauan pertumbuhan tanaman pertanian atau perkebunan, deteksi kapal penangkap ikan ilegal, dan mitigasi bencana alam seperti banjir, longsor, penurunan level tanah, dan gunung api.

Sumber : http://possore.com/2015/02/12/lapan-selenggarakan-pelatihan-satelit-alos-2/









Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL