Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Siap Dukung Peningkatan Maritim Yogyakarta
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 13 Feb 2015 • Dibaca : 61159 x ,

Kepala Lapan (kiri) dan Gubernur DIY bertukar cinderamata usai menandatangani naskah kerja sama.

Lapan dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menandatangani naskah kerja sama. Naskah ditandatangani oleh Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, dan Gubernur DIY, Hamengku Buwono X di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan Pemerintah DIY, Yogyakarta, Kamis (12/02).

Kerja sama tersebut menjadi dasar sinergitas pemanfaatan sains dan teknologi kedirgantaraan Lapan untuk mendukung Pemerintah Provinsi DIY. Selain itu, kerja sama ini juga mengawali tahapan pembangunan sistem pendukung keputusan di bidang maritim, khususnya keselamatan pelayaran dan perikanan tangkap.

Dalam acara penandatanganan kerja sama ini, Kepala Lapan memaparkan peningkatan kegiatan dan hasil litbang Lapan, terutama yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pembangunan daerah dan kesejahteraan nelayan di DIY. “Lapan menghasilkan berbagai produk litbang, di antaranya citra satelit penginderaan jauh, roket, satelit, pesawat tanpa awak, dan pesawat berawak. Selain itu, Lapan juga memiliki sistem informasi seperti SIMBA, SPICA, BISMA, SADEWA, NAKULA, ASTINA, ARJUNA, YUDISTIRA, yang dikembangkan untuk memberikan informasi terkait monitoring cuaca antariksa, aktivitas matahari, kondisi iklim, prediksi frekuensi, serta prediksi hujan,” paparnya. Kegiatan tersebut didukung oleh aktivitas balai dan loka milik Lapan yaitu di Kototabang, Sumedang, Pontianak, Watukosek, Parepare, dan Biak.

Dalam pemaparan tersebut, Kepala Lapan juga menjelaskan jenis-jenis pesawat tanpa awak mulai dari LSU 01 sampai dengan LSU 05. Ia mengatakan, Lapan akan mengembangkan berawak LSA yang yang memiliki jarak jangkau lebih jauh dari pesawat tanpa awak. Pesawat-pesawat tersebut berfungsi sebagai pesawat surveillance, contohnya untuk pemantauan gunung berapi dan lahan pertanian. Bahkan pesawat ini juga berkontribusi dalam pemantauan bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Di bidang pesawat transportasi, ia juga mengatakan bahwa Lapan bekerja sama dengan PT DI mengembangkan riset pesawat N219, jenis pesawat berpenumpang 19 orang.

“Baru-baru ini, Presiden RI meminta agar seluruh wilayah Indonesia dari ujung barat sampai ujung timur dibuatkan peta dengan skala 1 : 5000. Hal ini menjadi tugas Lapan untuk menyediakan citra satelit penginderaan jauh resolusi tinggi. Citra tersebut kemudian digunakan oleh BIG untuk membuat peta yang akan digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan nasional dan daerah,” ia menambahkan.

Untuk mendukung kebijakan pemerintahan yang baru ini juga, Thomas menjelaskan bahwa Lapan sudah meminta dukungan Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dalam program nasional pengembangan satelit Sumber Daya Alam. Satelit penginderaan jauh nasional itu direncanakan dapat diluncurkan pada 2019. Prestasi tersebut diharapkan dapat menyusul kesuksesan peluncuran Satelit Lapan A1 yang sudah lebih dahulu bermanfaat sejak 2007. Sebagai satelit dengan resolusi rendah, Lapan A1 telah berhasil merekam permukaan bumi untuk berbagai keperluan nasional. “Demikian juga dengan satelit generasi berikutnya Lapan A2 dan Lapan A3 yang diharapkan sukses meluncur pada tahun ini.”

Terkait dengan pemanfaatan data citra satelit, Lapan mengembangkan bank data penginderaan jauh nasional. Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 dan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2012, dijelaskan bahwa Lapan ditunjuk sebagai satu-satunya instansi yang menyediakan data penginderaan jauh menggunakan lisensi pemerintah. Dengan demikian, seluruh instansi baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat menggunakan data tersebut secara gratis, misalnya untuk mendukung perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Guna menyediakan data tersebut, Lapan memiliki stasiun bumi penerima data satelit di Parepare, Sulawesi Selatan, dan Rumpin, Bogor.

Kepala Lapan melanjutkan, Lapan berupaya terus meningkatkan kemampuan diri. Ia menjelaskan, Lapan mempunyai program besar yaitu pembangunan Bandar Antariksa untuk peluncuran roket pengorbit satelit di Morotai atau Biak.

Dalam penandatanganan ini, Kepala Bidang Pemodelan Atmosfer Lapan, Didi Satiadi, menyampaikan pemaparan terkait pembangunan sistem pendukung keputusan di bidang maritim. Sistem informasi berbasis komputer ini akan digunakan para nelayan di DIY untuk pemantauan perikanan tangkap dan mendukungan keselamatan pelayaran. Dengan demikian, sistem tersebut dapat menjadi panduan bagi nelayan untuk mengetahui kondisi cuaca dan daerah yang memiliki ikan berdasarkan analisis suhu permukaan laut dan plankton yang terdapat di wilayah tersebut.

Gubernur DIY menyambut baik kerja sama dengan Lapan. Hal ini bermula dari amanah Presiden RI untuk meningkatkan produksi bidang kemaritiman. Ia mengatakan, wilayah DIY akan melaksanakan pengembangan potensi laut selatan dengan wilayah pantai sepanjang 113 km dan memiliki empat pelabuhan pesisir. DIY juga akan melaksanakan ‘dagang layar’untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Upaya kerja sama dengan Lapan adalah strategi untuk meningkatkan pengetahuan nelayan agar bisa lebih sejahtera. Pemerintah daerah juga sudah memulai dengan meningkatkan kapasitas kapal.” ujarnya. Hamengku Buwono X juga berharap, kerja sama tidak berhenti di bidang kemaritiman saja, Sains dan teknologi juga diharapkan dapat mengatasi perencanaan pembangunan dalam menghadapi fenomena alam, misalnya untuk pemantauan patahan dan tanah longsor di beberapa daerah rawan di DIY.

Dalam acara, ini juga ditandatangani naskah implementasi yaitu Perjanjian Kerja Sama tentang pemanfaatan sains dan teknologi atmosfer untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan. Naskah ditandatangani oleh Kepala Biro Kerjasama dan Humas Lapan, Agus Hidayat, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Andung Prihadi Santosa. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 34 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DIY.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL