Kompetensi Utama

Layanan


Pemetaan Longsor di DIY Bakal Manfaatkan Teknologi Satelit
Penulis : Esa • Media : Tribunnews Jogja • 13 Feb 2015 • Dibaca : 38637 x ,

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta adanya pemetaan longsor DIY melalui penginderaan satelit. Ia mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menjajaki kerjasama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) untuk pemetaannya.

"Agar bisa mendata lebih akurat soal patahan dan potensi tanah longsor. Selama ini kan hanya data akademis, belum teknologi," kata Sri Sultan saat penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Pemda DIY dengan Lapan di Kepatihan, Kamis (12/2/2015).
Kepala BPBD DIY, Gatot Saptadi, menyambut baik wacana itu. Penginderaan satelit bisa memetakan wilayah potensial longsor secara lebih detail.

Data yang ada sekarang hanya skala 1: 25.000. Ada 16 kecamatan rawan longsor di DIY. Meliputi Kecamatan Dlingo, Imogiri, Pleret, Piyungan (Bantul) ; Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, Ponjong (Gunungkidul) ; Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang (Kulonprogo) dan Kecamatan Prambanan (Sleman).

"Kalau pakai satelit bisa lebih detail, bisa skala 1:5.000. Tentu lebih bermanfaat untuk keperluan mitigasi bencana," kata Gatot.
BPBD DIY sebenarnya sudah memafaatkan teknologi penginderaan satelit dari Lapan. Tapi untuk pemetaan cuaca. Yakni melalui Sattelite Disaster Early Warning Sistem (Sadewa) yang bisa diakses lewat website resmi sadewa.sains.lapan.go.id.
Dalam website itu, ada pemetaan kondisi awan, temperatur maupun potensi hujan. Informasi itu diperbaharui tiap satu jam sekali. Lebih spesifik dibanding rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2015/02/12/pemetaan-longsor-di-diy-bakal-manfaatkan-teknologi-satelit/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL