Kompetensi Utama

Layanan


Universitas di Indonesia Kerja Sama Bikin Satelit Nano
Penulis : Hani Nur Fajrina • Media : CNN Indonesia • 18 Feb 2015 • Dibaca : 40262 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mendukung eksperimen pengembangan satelit nano dan piko bernama Tel-USAT dari sejumlah perguruan tinggi untuk memantau kondisi Indonesia.

Ukurannya yang seperti kaleng minuman, satelit nano dan piko awalnya memang dikembangkan oleh universitas di Indonesia, di antaranya Universitas Telkom, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan Universitas Udayana Bali.
Lihat juga:Asteroid 'Kapal Pesiar' Dekati Bumi Malam Ini
Satelit piko dan nano adalah satelit kecil. Piko berukuran kurang dari lima kilogram dan nano di bawah sepuluh kilogram.

Walau kecil, namun misi pihak perguruan tinggi cukup mulia, yaitu sebagai pemantauan kondisi permukaan Indonesia seperti kemaritiman dan kehutanan.

"Tiap satelit itu berbeda-beda misinya, sehingga kami serahkan sepenuhnya kepada pihak universitas," ujar ketua Lapan, Thomas Djamaluddin saat ditemui pasa acara penandatanganan MoU di kantor pusat Lapan, Rabu (18/2).

Ia melanjutkan, "perangkat penting yang jelas adalah kamera. Kameranya bisa kamera optik atau sensor radar yang bisa menembus awan, semua tergantung oleh si pengembang."

Lapan berperan sebagai pembimbing eksperimen dan memberikan fasilitas uji laboratorium subsistem satelit di Pusar Teknologi Satelit Lapan.

Selain itu, Lapan juga mendampingi dalam bisang pengolahan sinyal citra satelit, aspek legalitas, regulasi satelit, hingga waktu peluncuran.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150218141757-199-33123/universitas-di-indonesia-kerja-sama-bikin-satelit-nano/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL