Kompetensi Utama

Layanan


Kerja Sama Penting untuk Realisasikan Kompetensi
Penulis Berita : Humas/Sur • Fotografer : Humas/Sgd • 18 Feb 2015 • Dibaca : 50523 x ,

Kepala Lapan (lima dari kanan) dan para pimpinan pemerintah daerah, universitas, dan Orari berfoto bersama usai penandatanganan naskah kerja sama.

Lapan melaksanakan penandatanganan naskah kerja sama dengan Pemerintah Daerah Aceh, Kota Baru, Blitar, Kediri, Tanah Datar, Perguruan Tinggi Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Udayana Bali, Telkom University, dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari). Penandatanganan berlangsung di Balai Pertemuan Dirgantara Lapan, Rawamangun, Jakarta, Rabu (18/2). Naskah kerjasama meliputi bidang pengembangan teknologi penginderaan jauh, sains, dan litbang teknologi kedirgantaraan.

Dalam sambutan, kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, menyampaikan empat kompetensi yang menjadi keunggulan Lapan. Kompetensi tersebut meliputi teknologi dan pemanfaatan penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, sains antariksa dan sains atmosfer, dan kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. Hal tersebut sesuai dengan Undang-undang No.21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Ia melanjutkan, kerja sama ini sangat penting untuk merealisasikan kompetensi yang dimiliki Lapan dan memberikan pelayanan informasi kedirgantaraan kepada masyarakat. Kompetensi dan pelayanan Lapan sangat bermanfaat bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi.

Penandatangan kerja sama ini bertujuan untuk menginventarisasi kepentingan yang diperlukan oleh pemerintah pusat, pemerindah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka mengimplementasikan kempetensi yang dikuasai oleh Lapan.
Thomas menjelaskan, contoh kontribusi kajian kebijakan penerbangan dan antariksa yang telah diimplemetasikan yaitu melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kerja sama kedua instansi tersebut mencakup bidang kemaritiman. Lapan menyediakan teknologi untuk membantu pengembangan perikanan tangkap di DIY melalui pemetaan potensi laut dan sistem informasi cuaca yang menjadi panduan nelayan di laut. Dengan teknologi yang disiapkan Lapan, nelayan akan mengetahui kondisi laut, baik cuaca maupun potensi ikan yang ada di dalamnya sehingga produktivitasnya meningkat.

Teknologi antariksa lainnya yang telah dimanfaatkan yaitu citra satelit. Data dari satelit penginderaan jauh bermanfaat untuk perencanaan wilayah, tata kelola potensi daerah, pengelolaan Daerah Aliran Sungai, pertanian, pemantauan pertumbuhan padi mulai dari fase tanan hingga panen, serta tanggap darurat bencana alam dengan memberikan informasi sebelum dan sesudah bencana terjadi.

Dalam bidang teknologi, Lapan telah mengembangkan Lapan Surveillance UAV (LSU). Thomas mengatakan, pesawat tanpa awak tersebut telah digunakan untuk pemantauan daerah potensi rawan bencana. Kelebihan LSU yaitu dapat menghasilkan gambar dengan resulusi tinggi sehingga cocok untuk memantau gunung merapi, banjir, dan tanah longsor.

Pelaksanaan penandatangan kerjasama tersebut mendorong Lapan untuk meningkatkan kompetensi. Thomas mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi bisa memberikan manfaat bagi masyarakat guna menuju Indonesia yang maju dan mandiri.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL