Kompetensi Utama

Layanan


Masa Depan Penerbangan Bergantung pada Sistem Navigasi
Penulis Berita : Humas/Ina • Fotografer : dok. Pustekbang • 23 Mar 2015 • Dibaca : 26171 x ,

Peserta FGD berdiskusi mengenai pentingnya navigasi bagi pengembangan penerbangan Indonesia.

Lapan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Kemandirian Sistem Navigasi Pesawat Terbang di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan di Rumpin, Jawa Barat, Kamis (19/3).

Menurut Kepala Bidang Avionik Lapan, Ari Sugeng Budiyatna, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan para peneliti dan perekayasa mengenai dunia penerbangan. Diskusi ini juga akan menentukan arah pengembangan Pustekbang di masa depan.

Dalam FGD tersebut, Lapan menghadirkan narasumber pakar navigasi Indonesia, FX Sudarmono. Ia menjelaskan mengenai transformasi lalu lintas udara. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa transformasi dalam navigasi. Pertama yaitu procedural based control yang merupakan cara konvensional dalam navigasi dengan mengendalikan keberadaan pesawat berbasis pada posisi yang controller perkirakan. Peralatannya menggunakan landmark di darat, radio beacon, dan position report oleh pilot.

Tranformasi berikutnya yaitu surveillance based control yang digunakan dalam dunia penerbangan saat ini. Sistem ini mengendalikan keberadaan pesawat berdasar pada posisi yang controller ketahui. Perangkatnya men ggunakan VOR/DME, dan radar. Transformasi selanjutnya yaitu trajectory based control yang akan digunakan di masa depan. Sistem tersebut menggunakan integrated flight planning sehingga diharapkan akan membuat sistem navigasi penerbangan lebih efisien. Trajectory based control tersebut menggunakan Performance Based Navigation (PBN) dan Aircraft Position Information.

Sudarmono menjelaskan, Indonesia harus mengikuti terus perkembangan di dunia navigasi penerbangan. Hal ini disebabkan, di masa depan, dunia penerbangan akan sangat bergantung dengan sistem navigasi. Sistem navigasi tersebut harus berbasis satelit. Untuk itu, ia berpendapat, konstelasi satelit navigasi sangat diperlukan untuk mendukung penerbangan di Indonesia. Guna mencapainya, Sudarmono menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dengan, menyusun regulasi untuk mendukung perkembangan sistem yang ada, dan meningkatkan infrastruktur.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL