Kompetensi Utama

Layanan


N219 Primadona dalam Pameran National Innovation Forum 2015
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 13 Apr 2015 • Dibaca : 45668 x ,

Presiden RI joko Widodo saat ditanyai wartawan di gerai pameran LAPAN, usai mengikuti National Innovation Forum (NIF) 2015 di Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan.

LAPAN mengikuti pameran National Innovation Forum (NIF) 2015 yang diselenggarakan  di Graha Widya Bhakti Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/4). Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan aktor-aktor inovasi dalam rangka mempercepat komersialisasi hasil-hasil litbang. Sebagai contoh, pesawat N219 yang merupakan kerja sama antara LAPAN sebagai lembaga litbang yang mendesain N219 dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sebagai aktor industri dalam proses produksi dan komersialisasi N219. 

Pengunjung pameran terlihat antusias untuk mengetahui lebih jauh tentang N219 yang ditampilkan LAPAN. Salah satu pengunjung yang berasal dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) bertanya tentang kemungkinan N219 dibeli oleh maskapai asing. 

Dalam pameran tersebut, pengunjung bisa mengetahui latar belakang pengembangan pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang ini dibuat atas dasar pemetaan permasalahan di daerah-daerah terpencil di Indonesia, salah satunya ialah perbedaan mencolok harga-harga komoditas antara kota besar dengan daerah terpencil.

Selain itu, masalah lainnya yaitu landasan pendek yang kurang cocok dengan pesawat komersial biasa. Di Papua, sebagai contoh, sekitar 90 persen dari 310 bandara yang ada di sana memiliki panjang landasan kurang dari 800 meter. Belum lagi fakta bahwa pesawat komuter berkapasitas 19 penumpang yang kini beroperasi, sudah melewati masa laik terbang karena telah beroperasi lebih dari 20 tahun dan butuh armada generasi baru.

Pada kegiatan tersebut, LAPAN juga menampilkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa untuk mendukung pengamanan sumber daya maritim, ketahanan pangan, dan manajemen bencana. Melalui Pusat Teknologi Penerbangan, LAPAN mengembangkan misi memperkuat sistem pemantauan nasional dengan pesawat Lapan Surveillance Aircraft (LSA) SAR Geometri.
 
Selain mampu menjalankan fungsi verifikasi dan validasi citra satelit, pesawat ini juga bisa melakukan pemantauan perbatasan dan kehutanan, pemantauan dan pemetaan banjir, pemetaan tata kota, monitoring produksi pertanian, deteksi kebakaran, search and rescue kondisi bencana, serta di bidang kemaritiman pesawat ini bisa digunakan untuk patroli kelautan.

Masih di bidang kemaritiman, LAPAN melalui Pusat Teknologi Satelit siap memantau laut dengan satelit LAPAN A2 yang dibekali dengan automatic identification system (AIS). Fungsi lain satelit ini yaitu mampu observasi bumi memakai kamera digital dan video, serta komunikasi amatir untuk mendukung mitigasi bencana. Selain itu, LAPAN melengkapi pengamanan sumber daya maritim, ketahanan pangan dan manajemen bencana dengan pemanfaatan teknologi dan data penginderaan jauh, pemanfaatan sains dan teknologi atmosfer melalui aplikasi satellite disaster early warning system (SADEWA 3.0), serta pengembangan roket sonda.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL