Kompetensi Utama

Layanan


Kapan Indonesia lakukan perjalanan luar angkasa?
Penulis : Fauzan Jamaludin • Media : merdeka.com • 12 Apr 2015 • Dibaca : 11070 x ,

Merdeka.com - Perjalanan luar angkasa nampaknya semakin getol dilakukan negara-negara maju guna meneliti keberadaan penemuan baru di sana. Ambil contoh, astronot Amerika Serikat, Scott Kelly dan kosmonot (penjelajah kosmos) Rusia, Mikhail Kornienko, mendapat tugas dari NASA, untuk menjalankan misi selama satu tahun di luar angkasa. Perjalanan luar angkasa itu sangatlah berharga bagi ilmu pengetahuan yang akan mereka kembangkan untuk negaranya dan dunia.

Indonesia sebetulnya juga memiliki potensi yang sama bisa melakukan hal seperti itu. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Sains Antariksa, LAPAN, Clara Yono Yatini. Menurutnya, peneliti antariksa di Indonesia juga bisa melakukan yang sama dengan para peneliti luar angkasa dari luar negeri.

"Pasti bisa, karena peneliti kita tidak kalah dengan peneliti luar negeri. Tinggal bagaimana kebijakan pemerintah, karena tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, (11/04).

Masih lemahnya fasilitas menjadi kendala peneliti antariksa mengeksplorasi hasil riset mereka. Kendati begitu, ia mengatakan bahwa hal itu masih bisa diatasi dengan membangun mitra internasional. Mitra internasional ini adalah institusi-institusi dari luar negeri yang bersama peneliti Indonesia melakukan penelitian. Kemitraan ini bisa dalam hal peralatan, misalnya mereka menempatkan peralatan di Indonesia yang hasilnya bisa digunakan bersama, ataupun kerjasama antar peneliti.

"Saat ini harus dengan kerjasama, karena kita belum mempunyai kemampuan dalam hal fasilitas. Misalnya dalam penelitian biologi antariksa kita bekerjasama dengan Jepang untuk bisa membawa subyek penelitian kita ke luar angkasa," jelas Clara.

Ketika ditanya kira-kira kapan Indonesia bisa melakukan perjalanan luar angkasa, Clara pun tak bisa bisa memprediksikannya. "Saya tidak tahu kapan jadi prioritas. Image peneliti antariksa kurang mumpuni karena belum semua orang tahu dan paham akan keantariksaan. Pemerintah juga belum menganggap antariksa sebagai salah satu prioritas," paparnya.

Sementara itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir mengakui lemahnya fasilitas penelitian antariksa. Menurutnya melakukan penelitian sendiri dengan perjalanan luar angkasa membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Tapi, dirinya yakin jika Indonesia kelak bisa melakukan perjalanan luar angkasa seperti negara maju. "Saya yakin kelak Indonesia bisa," singkatnya.

Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/kapan-indonesia-lakukan-perjalanan-luar-angkasa.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL