Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Antisipasi Perubahan Iklim dengan Teknologi Antariksa
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 14 May 2015 • Dibaca : 44853 x ,

Gerai Pameran Lapan di Climate Change Education Expo and Forum 2015.

Hutan merupakan penyerap karbon yang sangat baik. Dengan demikian, tak salah jika hutan dijuluki sebagai paru-paru dunia. Untuk itu, hutan perlu dilestarikan agar tidak terjadi deforestasi sehingga fungsi hutan untuk menjaga kelangsungan ekosistem di Bumi.

Permasalahannya, menjaga hutan bukan perkara yang mudah. Menurut data Kementerian Kehutanan pada 2013, Indonesia memiliki hutan 124 juta hektar . Dengan demikian, Indonesia memerlukan teknologi antariksa untuk memantau hutan secara efisien dan efektif. Teknologi antariksa seperti satelit menghasilkan berbagai data yang bermanfaat untuk memantau perubahan tutupan hutan, penghitungan emisi gas rumah kaca, dan mendeteksi titik api untuk mengantisipasi kebakaran hutan.

Hal tersebut merupakan informasi yang disampaikan Lapan dalam pameran Climate Change Education Expo and Forum 2015. Pameran bertema Penguatan Pembangunan Rendah Emisi untuk Masa Depan Berkelanjutan, berlangsung pada 14 hingga 17 Mei di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta. Dalam pameran tersebut, Lapan menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa dalam mengantisipasi perubahan iklim. Untuk mengajak pengunjung memahami antariksa, Lapan juga menampilkan mini planetarium.

Dalam pameran tersebut, Lapan menjelaskan mengenai kemampuan satelit penginderaan jauh dalam mendeteksi lahan bekas terbakar. Dengan demikian, data tersebut akan memberikan informasi mengenai wilayah-wilayah yang pernah terjadi kebakaran lahan. Mengingat sifat data satelit yang dapat merekam secara historis, maka perubahan tutupan lahan atau hutan dapat terlihat. Data-data satelit tersebut kemudian bermanfaat dalam membangun sistem peringkat bahaya kebakaran hutan atau lahan serta Indonesia’s National Carbon Accounting System (sistem penghitungan karbon nasional).

Bukan hanya itu, satelit juga mampu mendeteksi kebakaran hutan secara real time. Data satelit tersebut juga dapat memberikan informasi mengenai keberadaan mangrove atau hutan bakau di Indonesia. Hutan Bakau dapat membantu mengurangi efek rumah kaca dengan cara mengurangi kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Bakau mengubah karbon anorganik yaitu Co2 menjadi karbon organik yang terdapat dalam akar, batang, dan daun.

Di pameran tersebut, Lapan juga menampilkan mengenai berbagai hasil litbang lainnya seperti satelit Lapan A2, pesawat tanpa awak LSU 02 dan 02, Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA), serta pemantauan atmosfer dan antariksa.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL