Kompetensi Utama

Layanan


Unnes Manfaatkan Teknologi LAPAN untuk Pendidikan
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 22 May 2015 • Dibaca : 55766 x ,

Kepala LAPAN (kanan) menyerahkan cinderamata citra satelit penginderaan jauh kepada Rektor Unnes.

Dunia pendidikan menjadi salah satu sarana tepat dalam mengembangkan potensi pembangunan nasional, maka perguruan tinggi perlu mendapat dukungan pemanfaatan teknologi hasil litbang LAPAN. Hal tersebut diimplementasikan LAPAN melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAPAN dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (22/05), di Kampus Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes, Semarang.

Naskah kerja sama ditandatangani Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dan Rektor Unnes, Prof. Dr. Fatkur Rokhman, M. Hum. Kedua instansi bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan pemanfaatan teknologi dan data penginderaan jauh serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kegiatan ini merupakan satu rangkaian dengan Studium General yang diselenggarakan untuk seluruh mahasiswa FIS Unnes, dengan pembicara Kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh, Ir. Dedi Irawadi, M.Sc. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Utama Lapan, Drs. I.L. Arisdiyo, M. Si. serta jajaran Dekanat FIS Unnes.

Dalam sambutannya, Rektor Unnes berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan potensi, kreativitas, dan inisiatif mahasiswa Unnes dalam mengembangkan bidang keilmuannya. “Hal tersebut sangat mendukung Unnes yang berpredikat rumah ilmiah, yaitu hakikat perguruan tinggi sebagai pengembang keilmuan. Dengan demikian, Unnes akan melahirkan sarjana yang hebat, berkarakter mulia, dan sukses di masa depan guna membangun masyarakat yang kritis dan empiris,” ujar Fathur.

Menanggapi sambutan Rektor Unnes, Kepala LAPAN menyampaikan bahwa kerja sama kedua pihak sebenarnya telah dijalin sejak 2006 dengan berbagai kegiatan bidang penginderaan jauh. Ia berharap, dengan kegiatan ini, Unnes memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang riset lainnya, seperti pengembangan roket, satelit, pesawat, serta penelitian bidang sains dan antariksa. Hal ini dapat dikembangkan dan diimplementasi dengan berbagai fakultas seperti Teknik dan MIPA.

Menurut Thomas, kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Unnes bertujuan untuk saling mengisi dan memberi manfaat. Kerja sama ini juga akan mendukung sasaran strategis LAPAN periode 2015 hingga 2019.

Dalam sambutannya, Thomas menjelaskan bahwa LAPAN harus bisa mengembangkan roket, satelit, dan teknologi penerbangan, menguasai langit dan seisinya, melihat kekayaan negeri, serta mengatur kebijakan di bidang antariksa untuk membuat masyarakat lebih sejahtera. Untuk itu, LAPAN harus menjadi center of excelence (pusat unggulan) iptek penerbangan dan antariksa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri. Guna mencapai cita-cita itu, LAPAN berpijak pada empat pilar yaitu sains antariksa dan sains atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, penginderaan jauh, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa.

Dalam bidang sains antariksa dan atmosfer, LAPAN mengkaji cuaca antariksa seperti badai matahari, pemantauan sampah antariksa yang sudah mencapai jutaan serpihan dan benda jatuh antariksa, serta prediksi frekuensi radio yang sampai saat ini masih digunakan oleh TNI AL dan pemerintah daerah terutama pulau-pulau kecil dan terpencil. Untuk pengamatan cuaca antariksa, LAPAN mengembangkan sistem informasi seperti SADEWA, BISMA, NAKULA, ASTINA, dan ARJUNA. Lapan juga mempunyai sarana pemantauan yaitu radar mobile dan radar atmosfer hasil kerja sama dengan Jepang yang berlokasi di Kototabang, Sumatera Barat.

Di bidang teknologi antariksa, LAPAN sedang meningkatkan penelitian dan pengembangan roket untuk peluncur satelit. “Dua pekan lalu, LAPAN meluncurkan RX-450 sebagai cikal bakal roket peluncur satelit. LAPAN juga mengembangkan satelit untuk berbagai keperluan. Satelit LAPAN A1 telah meluncur pada 2007. Berikutnya, satelit LAPAN A2 dan A3 akan diluncurkan tahun ini dan Satelit LAPAN A4 dan LAPAN A5 akan diluncurkan pada 2017. Selain itu, LAPAN juga berencana menggandeng beberapa instansi dalam konsorsium nasional untuk membangun satelit edukasi nasional. Hal tersebut untuk melepas ketergantungan Indonesia terhadap teknologi yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya.

Di bidang penerbangan, Thomas menjelaskan, LAPAN mengembangkan pesawat tanpa awak dengan berbagai tipe. Pesawat tersebut telah digunakan untuk pemantauan gunung berapi, lahan pertanian, dan longsor seperti yang terjadi di Banjarnegara. Bahkan LAPAN bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) akan memanfaatkan pesawat tersebut untuk pemetaan daerah pantai. LAPAN juga mempunyai pesawat terbang berawak atau Lapan Surveillence Aircraft (LSA) dan mengembangkan pesawat transportasi N219. Pesawat N219 merupakan pesawat berkapasitas 19 penumpang hasil kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pesawat ini untuk transportasi antar pulau kecil.

Dalam bidang penginderaan jauh, LAPAN memanfaatkan teknologi dan data penginderaan jauh untuk berbagai kebutuhan seperti menyediakan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) dan identifikasi permukaan laut, menyediakan informasi daerah bencana, pertanian, pengembangan ekonomi, budidaya rumput laut, daerah wisata bahari, serta pemantauan lingkungan dan hutan. Selain itu, LAPAN bekerja sama dengan BIG juga mendukung program pemerintah untuk memetakan seluruh desa di Indonesia dan mendukung pembangunan 24 pelabuhan.

Untuk melaksanakan, Lapan telah membangun sistem penerimaan dan pengolahan data penginderaan jauh serta bank data penginderaan jauh nasional. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan dan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2012, maka instansi pemerintah dapat memanfaatkan data penginderaan jauh yang dimiliki LAPAN karena data tersebut berlisensi pemerintah.

LAPAN bukan hanya melaksanakan litbang melainkan juga meningkatkan kesadaran generasi muda pada bidang penerbangan dan antariksa melalui edukasi. Thomas menjelaskan, edukasi tersebut antara lain penyelenggaraan festival antariksa, Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo), dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat).


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL