Kompetensi Utama

Layanan


Kunjungan ke LAPAN, Unnes Siapkan Calon Pengajar Profesional di Bidang Penginderaan Jauh
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 27 May 2015 • Dibaca : 33123 x ,

Mahasiswa Unnes memperoleh pengetahuan tentang penginderaan jauh.

LAPAN menyelenggarakan sosialisasi penginderaan jauh kepada para mahasiswa, Selasa (26/5). Sosialisasi tersebut merupakan rangkaian kungjungan 167 mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (Unnes) ke Kedeputian Penginderaan Jauh LAPAN di Pasar Rebo, Jakarta.

Kepala Bidang Teknologi Pengolahan Data LAPAN, Kustiyo, dalam sambutannya mengatakan bahwa LAPAN dan Unnes telah menjalin kerja sama. Naskah kerja sama kedua instansi telah ditandatangani oleh Kepala LAPAN dan Rektor Unnes beberapa hari lalu. Untuk itu, ia berpendapat, kunjungan ini akan memperkuat kerja sama tersebut.

Senada dengan Kustiyo, Ketua Jurusan Geografi Unnes, Apik Budi Santoso, mengatakan bahwa penandatanganan kerja sama tersebut harus diimplementasikan dengan kegiatan yang bermanfaat dan menguntungkan bagi kedua pihak.

Apik menjelaskan, selain memperkuat kerja sama, kunjungan ini merupakan upaya untuk mempersiapkan siswa menghadapi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) menjadi pengajar di semester berikutnya. Dengan demikian, para mahasiswa akan lebih memahami mengenai Sistem Informasi Geografis (SIG), penginderaan jauh, dan pemetaan dengan baik dan mampu mengajarkannya kepada para siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Ia berharap, kunjungan ini akan menjadikan mahasiswanya sebagai guru yang profesional dalam memberikan bahan ajar tentang penginderaan jauh.

Dalam sosialisasi tersebut, perekayasa LAPAN, Abdul Asyiri, menjelaskan mengenai ketersediaan data penginderaan jauh di LAPAN. Ia menjelaskan bahwa LAPAN menerima data penginderaan jauh dengan berbagai resolusi yaitu rendah, menengah, dan tinggi. Data beresolusi rendah diperoleh dari satelit seperti Terra/Aqua, Modis, NPP, dan NOAA). Data beresolusi menengah misalnya berasal dari satelit Landsat 7 dan 8. Sementara itu, data beresolusi tinggi contohnya diperoleh dari satelit SPOT 5 dan 6.

Asyiri mengatakan, data SPOT 5 memiliki resolusi 2,5 meter sehingga cocok digunakan untuk analisis data penggunaan lahan. Data SPOT 6 beresolusi 1,5 meter, yang cocok untuk melihat daerah pemukiman. Selain SPOT, LAPAN juga memiliki data Pleiades yang beresolusi 0,5 meter berlisensi pemerintah.

Ia melanjutkan, berbagai data penginderaan jauh tersebut disimpan dalam Bank Data Penginderaan Jauh Nasional. Publik dapat mengakses data yang dimiliki LAPAN melalui website www.lapan.go.id. Saat ini, data SPOT 5 dan SPOT 6 yang dimiliki LAPAN sejak 2013 telah mampu meliput hampir seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, data Pleiades dapat memberikan informasi di daerah perkotaan. Di masa mendatang, LAPAN akan terus meningkatkan diri untuk menyediakan data dengan resolusi yang semakin baik.
Data-data yang dimiliki LAPAN tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan. Peneliti LAPAN, Teguh Prayogo, menjelaskan bahwa penginderaan jauh dimanfaatkan antara lain untuk sistem pemantauan bumi nasional, aplikasi sumber daya alam dan lingkungan, serta mitigasi bencana.

Contoh pemanfaatannya dalam bidang pemantauan sumber daya alam di darat yaitu untuk pengembangan model pemantauan pertumbuhan padi. Ia menjelaskan bahwa melalui data penginderaan jauh, para pemangku kebijakan dapat membuat estimasi luas panen dengan cara membuat peta blok tanam untuk memperikarakan luas panen. Contoh lainnya yaitu pemantauan pertumbuhan kepala sawit, penentuan daerah pertambangan, dan pemantauan pasang surut danau akibat tertutup vegetasi.

Di bidang pesisir dan laut, Teguh mencontohkan, data penginderaan jauh dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan dengan adanya informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI). ZPPI dibangun berdasarkan informasi penginderaan jauh mengenai suhu permukaan laut serta klorofil. Informasi ZPPI tersebut juga digunakan oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk melihat pergerakan kapal asing dengan bantuan Automatic Information Syatem (AIS).

Ia melanjutkan, penginderaan jauh juga memberikan informasi mengenai pulau-pulau terdepan Indonesia. Informasi tersebut mendukung Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam membangun one map pulau-pulau terkecil.

Di bidang mitigasi bencana, contoh pemanfaatan penginderaan jauh yaitu mendeteksi adanya limbah B3, degradasi hutan, penurunan muka tanah, kebakaran hutan, dan pemantauan gunung berapi. Bahkan, data penginderaan jauh dapat memberikan prakiraan mengenai ruang terbuka hijau di suatu wilayah sehingga dapat diketahui kemungkinan peningkatan suhu dan tingkan kenyamanan lingkungan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL