Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Dorong Peneliti dan Akademisi Kirim Penelitian ke Luar Angkasa
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 28 May 2015 • Dibaca : 28039 x ,

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin bertukar cinderamata dengan Ketua Komite Eksekutif APRSAF Yoshinori Yoshimura

Indonesia menjadi tuan rumah workshop keantariksaan “The 1st Space Exploration and Kibo Utilization for Asia”. Workshop yang berlangsung di Kantor Pusat LAPAN, Rawamangun, Kamis (28/5) tersebut diikuti perwakilan negara anggota Forum Regional Badan Antariksa se-Asia Pasifik/ Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yaitu Indonesia, Korea, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Malaysia. Workshop hasil kerja sama LAPAN dengan Badan Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) ini, bertujuan untuk mengajak peneliti dan akademisi seantero Asia dalam eksplorasi antariksa.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin berharap penyelenggaraan workshop ini dapat mendorong dan meningkatkan semangat peneliti muda Indonesia untuk melaksanakan penelitian berbasis lingkungan antariksa.

“APRSAF melalui The Space Environment Utilization Working Group (SEUWG) memberi peluang bagi peneliti dari berbagai universitas maupun lembaga penelitian di Indonesia untuk memanfaatkan fasilitas Japanese Experiment Module bertajuk KIBO di stasiun luar angkasa internasional,” kata Thomas. Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bidang penelitian tidak terbatas pada space medicine, pertanian, perekayasaan dan teknologi, biomedis, dan material maju.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan SEUWG APRSAF Yoshiya Fukuda mengatakan kerja sama peneliti Indonesia dan JAXA memasuki tahap lanjutan dengan empat area kerja sama baru. “Kami mendiskusikan empat area baru eksperimen dengan peneliti Indonesia yaitu bidang pertanian, perekayasaan dan teknologi, kedokteran, serta physics and materials,” ujar Fukuda.

Pada kesempatan workshop ini Indonesia mengajukan empat proposal penelitian yang akan dilakukan melalui modul KIBO. Pada bidang pertanian diwakili oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB dengan tema penelitian pematangan buah pisang di lingkungan antariksa. Untuk bidang perekayasaan dan teknologi diwakili oleh Universitas Surya dengan proposal penelitian Nano Satelit. Lalu, untuk bidang kedokteran dan physics and materials masing-masing diwakili oleh Lembaga Eijkman dengan tema penelitian Malaria dan Universitas Indonesia dengan proposal penelitian mengenai material komposit dan pemanfaatannya. Pada masa mendatang, Thomas berharap agar kesempatan yang diberikan oleh JAXA dalam pemanfatan fasilitas yang disediakan oleh KIBO lebih luas pada bidang eksplorasi antariksa.

Sebelumnya, Indonesia telah berpartisipasi pada program KIBO di bidang ilmu Biologi dengan mengirimkan biji tomat untuk melihat perbedaan karakter tumbuhan tersebut selama berada di bumi dan di luar angkasa. Hasilnya, meskipun ada perbedaan pada pertumbuhan dan produktivitasnya, penelitian lebih lanjut atas biji tersebut masih perlu dilakukan.

Dalam pidatonya, Ketua Komite Eksekutif APRSAF/ APRSAF Executive Committee (ExCOM) Chair Yoshinori Yoshimura menjelaskan bahwa workshop perdana ini merupakan inisiatif dari SEUWG APRSAF ke-21. “Workshop ini merupakan tindaklanjut hasil pertemuan APRSAF ke-21 di Tokyo, Jepang. Salah satu tujuan kegiatan ini untuk membantu mempromosikan aktivitas keantariksaan Indonesia. Selain itu, kami harap kegiatan ini merupakan awal kesuksesan pelaksanaan pertemuan APRSAF ke-22 di Bali, Indonesia, Desember mendatang,” tutur Yoshimura.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL