Kompetensi Utama

Layanan


Tingkatkan Keahlian SDM Kearsipan, Lapan Gelar Bimtek
Penulis Berita : Humas/Sdy • Fotografer : Dok. TU Ardok • 28 May 2015 • Dibaca : 3992 x ,

Pegawai kearsipan LAPAN mengikuti bimtek keterampilan arsiparis.

LAPAN menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) keterampilan arsiparis pada 27 hingga 28 Mei di Balai Pertemuan Dirgantara LAPAN, Rawamangun, Jakarta. Bimtek diikuti oleh para Kepala dan staf Subbagian Tata Usaha, arsiparis, dan fungsional umum pengelola arsip.

Kegiatan ini didasari pemikiran bahwa dalam melaksanakan aktivitasnya, setiap instansi selalu menghasilkan arsip. Arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media yang dibuat atau diterima oleh instansi dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seiring dengan berjalannya waktu volume arsip yang tercipta makin bertambah. Agar arsip dapat dimanfaatkan dalam manajemen penyelenggaraan negara, sebagai sumber informasi, dan akuntabilitas lembaga serta tidak menimbulkan masalah, maka harus dikelola secara profesional.

Direktur SDM Kearsipan dan Sertifikasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Muhammad Sumitro dalam paparannya mengatakan, dengan adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis, penilaian kinerja Arsiparis tidak lagi didasarkan pada angka kredit tetapi berdasarkan Sasaran Kerja Pegawai (SKP).

“Pola pendekatan dalam penilaiannya pun berubah menjadi berdasarkan fungsi dan tugas, hasil kerja, dan kompetensi. Arsiparis bekerja berdasarkan tugas dan fungsinya, kinerjanya ditunjukkan dengan bukti kerja, dan agar profesional harus memiliki kompetensi di bidang kearsipan. Untuk menjaga tingkat profesionalisme, setiap Arsiparis yang akan naik jenjang jabatan wajib lulus sertifikasi uji kompetensi tambahnya,” ujarnya.

Dalam bimtek ini, peserta memperoleh materi mengenai teori dan praktek cara mengklasifikasi dan memberkaskan arsip. Klasifikasi dan pemberkasan merupakan bagian penting dalam manajemen kearsipan. Hal ini disebabkan, dengan klasifikasi dan pemberkasan yang baik maka temu-kembali arsip menjadi cepat dan tepat bila diperlukan.

Pada hari kedua, peserta berkunjung ke Anri untuk melihat cara pengolahan, penyimpanan, dan perawatan arsip. Peserta juga melihat aktivitas di ruang record center, repro dan digitalisasi, restorasi, depo arsip konvensional, depo arsip media baru, pengolahan, laboratorium, dan diorama.

Direktur Kearsipan Pusat ANRI, Sumrahyadi, mengatakan bahwa ANRI merupakan lembaga pembina di bidang kearsipan nasional. Empat hal pembinaan yang dilakukan oleh ANRI adalah SDM, sistem, kelembagaan, dan sarana dan prasarana. SDM kearsipan terdiri dari pimpinan atau pejabat struktural unit kearsipan, Arsiparis, dan fungsional umum pengelola kearsipan.

Ia mengingatkan, arsip-arsip yang mempunyai nilai guna historis jangan dimusnahkan tetapi diserahkan ke ANRI sebagai arsip statis memori kolektif bangsa. “Apalagi di era keterbukaan informasi arsip tersebut harus bisa diakses oleh publik,” ia menambahkan.

Sementara itu Kepala Biro Umum, Anie Retnowati, saat kunjungan ke ANRI, mengharapkan kepada peserta Bimtek agar dapat memadukan materi yang didapat di dalam kelas dengan kunjungan lapangan untuk diimplementasikan di Satker masing-masing.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL