Kompetensi Utama

Layanan


Paradigma Baru “Satu LAPAN” untuk Layanan Terpadu Bagi Mitra Kerja Sama
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/Apr • 01 Jun 2015 • Dibaca : 42067 x ,

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin memberikan sambutan dalam kegiatan ekspose hasil litbang keantariksaan dan seremonial penandatanganan naskah kerja sama di Kantor Pusat LAPAN, Rawamangun, Senin (1/6)

LAPAN tengah menyongsong lahirnya struktur organisasi baru. Selain ada perubahan pada nomenklatur/ penamaan pada beberapa struktur, terdapat perubahan mendasar terkait garis wewenang bagi unit pelaksana teknis (UPT) atau balai-balai di beberapa daerah. Nantinya, UPT atau balai-balai tersebut akan berada langsung di bawah Kepala LAPAN.
 
“Ada yang berbeda dari struktur baru dibandingkan dengan struktur lama. UPT atau balai-balai di daerah itu sekarang langsung di bawah Kepala, karena sekarang menerapkan paradigma baru sebagai “Satu LAPAN.” LAPAN ingin memberikan layanan ke semua instansi, demikian juga ke daerah-daerah, sebagai satu kesatuan,” ujar Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Hal tersebut disampaikan Thomas saat memberikan sambutan dalam ekspose hasil litbang keantariksaan dan seremonial penandatanganan naskah kerja sama di Kantor Pusat LAPAN, Rawamangun, Senin (1/6).
 
Balai-balai yang dimaksud adalah Balai Produksi dan Pengujian Roket di Pameungpeuk, Loka Pengamatan Dirgantara di Sumedang, Balai Pengamatan Dirgantara di Watukosek, Balai Penginderaan Jauh di Parepare, Loka Pengamatan Dirgantara di Kototabang, Balai Pengamatan Dirgantara di Pontianak, dan Balai Penjejakan dan Kendali Wahana Antariksa di Biak. “Balai-balai tersebut memberikan layanan bagi akuisisi data, proses uji teknologi kemudian juga pelayanan kepada daerah,” Thomas menambahkan.
 
Salah satu pelayanan LAPAN kepada pemerintah daerah adalah pemanfaatan data citra satelit penginderaan jauh untuk perencanaan pembangunan. Data tersebut dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perkotaan maupun perpajakan di daerah. Selain itu, kebutuhan data citra satelit untuk rencana detail tata ruang (RDTR) wilayah merupakan hal mutlak bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia. 

Untuk itu, dalam kegiatan ekspose tersebut, LAPAN juga menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan beberapa instansi pemerintah daerah. Pemerintah daerah yang dimaksud adalah Pemkab Tulang Bawang, Tanah Bumbu, Pinrang dan Tabalong.
 
Selain dengan pemerintah daerah, penandatanganan kerja sama juga dilakukan dengan mitra pemerintah pusat diantaranya Badan Informasi Geospasial (BIG), Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Balitbang Kementerian Pertanian, Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan PT. Mandiri Mitra Muhibah (PT.MMM). Secara umum, kerja sama ini mencakup pemanfaatan pesawat tanpa awak buatan LAPAN untuk berbagai keperluan seperti pertanian dan mitigasi bencana. 

Peneliti BBSDLP Rizatus Shofiyati menyampaikan bahwa kerja sama dengan LAPAN sudah berlangsung cukup lama. Kegiatan kerja sama mencakup penggunaan teknologi penginderaan jauh dan penerbangan untuk pemetaan lahan dan crop monitoring/ pemantauan pertanian. “Kerja sama crop monitoring dengan LAPAN merupakan success story. Kami sudah implementasikan data penginderaan jauh untuk estimasi luas tanah, luas panen dan produksi padi,” kata Shofiyati.
 
Informasi data citra satelit, menurut Shofiyati, mampu mendukung informasi kebutuhan pupuk, pestisida, penggunaan alat-alat pertanian, sumber daya manusia, dan sebagainya. Di masa mendatang, ia berharap agar kerja sama dengan LAPAN bisa lebih intensif agar kebijakan pertanian bisa lebih baik.
 
Dalam acara tersebut, LAPAN turut menggandeng perguruan tinggi dalam kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Perguruan tinggi tersebut yaitu Universitas Udayana Bali, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Thomas menekankan pentingnya kerja sama untuk mencapai kemandirian bangsa di bidang iptek penerbangan dan antariksa. “Kerja sama menunjukkan kekuatan. Kerja sama tidak hanya menerima tetapi juga memberi, saling memperkuat dan saling mengisi,” kata Thomas. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL