Kompetensi Utama

Layanan


Workshop Kombat 2015: Mahasiswa Diharapkan Mampu Berikan Informasi Atmosfer
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 10 Jun 2015 • Dibaca : 30335 x ,

Peserta workshop Kombat 2015 menyimak pemaparan materi terkait penelitian melalui balon atmosfer.

Indonesia merupakan negara yang sangat luas. Untuk itu, diperlukan cara untuk memantau seluruh wilayahnya, yaitu melalui teknologi dirgantara. Contoh teknologinya yaitu dengan menggunakan balon atmosfer. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN, Halimurrahman, saat membuka workshop Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) 2015 di Loka Pengamatan Dirgantara Sumedang, Jawa Barat, Selasa (9/6).

Kombat adalah kompetisi untuk mengamati atmosfer dari permukaan bumi dengan menggunakan balon sonde atau radiosonde. Balon sonde tersebut akan memberikan informasi mengenai parameter-parameter atmosfer seperti tekanan udara, temperatur, dan kelembaban. Observasi mengenai kondisi atmosfer ini merupakan satu instrumen penting dalam berbagai penelitian di bidang terkait cuaca dan iklim. Kompetisi tahunan ini berlangsung sejak 2014.

Mengingat pentingnya manfaat mempelajari atmosfer tersebut, maka LAPAN mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan balon atmosfer melalui Kombat. Halimurrahman mengatakan bahwa selain memberi wadah bagi generasi muda untuk mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan, kompetisi ini juga bertujuan untuk mendiseminasikan penelitian atmosfer kepada mereka.
“Dengan kompetisi ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi data melalui percobaan balon atmosfer. Nantinya, kemampuan tersebut diharapkan dapat berkembang ke arah pengembangan satelit,” ujarnya.

Menurut Peneliti LAPAN, Noersoemadi, balon atmosfer dapat memberikan informasi mengenai profil atmosfer. Informasi tersebut misalnya stabilitas atmosfer, arah angin, dan temperatur di udara. Data-data itu sangat berguna bagi para pilot atau penerbang terutama saat hendak lepas landas dan mendarat. Ia menjelaskan, tahun lalu, peserta berhasil memberikan data yang sangat baik mengenai kondisi atmosfer dan dinamikanya. Ia mengatakan dari data tersebut, dapat dilihat pergerakan angin serta perubahan suhu udara ketika balon naik dan turun.

Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh berbagai materi terkait penelitian menggunakan balon atmosfer. Misalnya, peserta belajar mengenai prinsip dan pengaturan parameter sistem pada pencitraan bergerak dari peneliti LAPAN Ahmad Maryanto. Pengenalan sistem tersebut diperlukan karena kompetisi tahun ini mengharuskan peserta menyertakan kamera dalam muatannya.

Selain itu, para mahasiswa juga memperoleh materi mengenai komunikasi data dari pengajar Institut Teknologi Bandung, Dr. Maman Budiman. Dengan adanya kamera, maka muncul terdapat data yang besar yaitu citra yang harus dikirimkan. Hal tersebut tentunya perlu penanganan khusus dan para peserta harus dapat mengatasinya.

Workshop Kombat ini diikuti oleh 16 tim dari 14 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Halimurrahman mengatakan bahwa tahun ini peserta lomba berasal dari berbagai daerah yaitu Sumatera, Jawa, Madura, dan Sulawesi. Sebelumnya terdapat 29 peserta yang mendaftarkan proposalnya, sebanyak 22 tim kemudian menyampaikan laporan teknis perkembangan muatannya, namun hanya 16 tim yang dapat mengikuti final pada Agustus 2015 di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Nantinya Kombat akan diselenggarakan bersama dengan Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo).

Selain pemaparan berbagai materi, dalam workshop tersebut juga dilaksanakan pengundian kanal frekuensi untuk masing-masing peserta dan pembagian modul radio. Peserta juga diberi kesempatan untuk diskusi dengan dewan juri mengenai peraturan dalam final Kombat 2015.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Jasyanto, mengingatkan peserta untuk mendokumentasikan penelitiannya dengan baik. Dengan demikian, hasil pembangunan muatan yang diikutkan dalam kompetisi ini tidak akan hilang bahkan, mungkin dapat dikembangkan menjadi teknologi yang lebih baik. Dengan pendokumentasian penelitian yang baik, para mahasiswa ataupun dosen pembimbing dapat menjadikannya sebagai naskah untuk diterbitkan dalam jurnal.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL