Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Bantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kurangi Degradasi Hutan
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 17 Jun 2015 • Dibaca : 35284 x ,

Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyerahkan mosaik citra satelit Landsat 8 seluruh wilayah Indonesia tahun 2014 kepada Menteri LHK Siti Nurbaya.

Peningkatan jumlah lahan kritis akibat degradasi hutan di Indonesia sangat tinggi, mencapai 24,3 juta hektar dari total lebih dari 130 juta hektar luas hutan seluruh Indonesia. Hal ini mengundang perhatian dunia internasional. Padahal, pemerintahan Presiden Jokowi sudah berkomitmen untuk memberikan lingkungan yang baik bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak kementerian, lembaga dan instansi terkait, termasuk LAPAN untuk membantu menuangkan komitmen menjadi aksi nyata dalam membantu mengurangi degradasi hutan.

“Yang paling penting adalah bagaimana komitmen menjadi aksi nyata,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Siti Nurbaya. Hal tersebut disampaikan Siti Nurbaya saat seremonial penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa instansi terkait di Auditorium Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta, pada Selasa (16/6).

Komitmen dengan LAPAN tertuang dalam naskah nota kesepahaman dan naskah perjanjian kerja sama. Naskah nota kesepahaman ditandatangani oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Sedangkan naskah kerja sama ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono dan Sekretaris Utama LAPAN I.L. Arisdiyo. 

Dalam naskah nota kesepahaman, LAPAN berkomitmen untuk menyediakan data penginderaan jauh untuk kebutuhan KLHK, baik dari wahana satelit maupun wahana lain yang dikembangkan LAPAN seperti pesawat tanpa awak LAPAN (LSU) dan pesawat dua awak LAPAN (LSA). Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan mosaik citra satelit Landsat 8 seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2014. Mosaik tersebut diserahkan secara simbolik oleh Prof. Dr. Thomas Djamaluddin kepada Siti Nurbaya. 

Selain itu, kedua pihak sepakat untuk bertukar ilmu pengetahuan, tenaga ahli, serta penyediaan sarana prasarana untuk kegiatan kerja sama operasional di masa mendatang.

Menurut Siti, kehadiran LAPAN diperlukan oleh KLHK karena hasil litbang LAPAN mampu memonitor hutan dan mengantisipasi meluasnya lahan kritis. “Selain itu, penanaman pohon ini akan bisa dimonitor oleh penanamnya dengan teknologi. Langkah-langkah ini akan terus kita kembangkan,” Siti menjelaskan. Prakarsa untuk menanam pohon, Siti menambahkan, perlu sinergi dari tenaga pendidik dan peserta didik. Untuk itu, KLHK mengajak Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk menumbuhkan budaya cinta lingkungan dengan cara menanam pohon.

“Jika setiap peserta didik menanam masing-masing lima batang pohon, maka dari 175 perguruan tinggi negeri, 12.000 SMA dan 27.000 SMP, tidak kurang dari 40 juta batang pohon atau 40 ribu-80 ribu hektar lahan hutan baru akan terbentuk,” Siti memaparkan.

Komitmen untuk menanam pohon juga diikuti oleh Kementerian Agama dengan mengajak calon mempelai untuk menanam pohon. “Apabila setiap tahun Kementerian Agama mencatat ada 4 juta pasang calon mempelai dan masing-masing menanam lima batang pohon, akan terbentuk 20 juta pohon baru,” ujar Siti. 

Seremonial ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Ph.D., Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. M. Nasir, perwakilan dari Menteri Agama, dan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Dr. Priyadi Kardono. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL