Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Otomatisasi Pengolahan Data Penginderaan Jauh
Penulis : Tety • Media : Possore.com • 18 Jun 2015 • Dibaca : 36615 x ,

JAKARTA (Pos Sore) — Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), M. Rokhis Khomarudin, mengatakan, saat ini Indonesia sudah mampu mengolah dan memanfaatkan data penginderaan jauh yang selama ini didapat dari satelit-satelit milik asing. Sistem data otomatis penginderaan jauh yang dibangun oleh lembaga itu diyakini dapat menambah sumber data pemerintah dalam mengatasi isu lingkungan dan sumber daya alam (SDA).

Menurutnya, minimnya data satelit yang terdigitalisasi membuat pemerintah kerap kesulitan dalam memonitor dampak perubahan iklim akibat deforestasi dan emisi hutan. Karenanya, pemanfaatan data dan teknologi satelit penginderaan jauh ini dianggap mampu menangani isu lingkungan yang hingga saat ini belum tertangani secara maksimal.

“Sistem otomatis data prnginderaan jauh ini mampu memgasilitasi pantauan satelit Indonesia dengan membuat data sehingga bisa diakses untuk masyarakat umum sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi,” katanya usai Focus Group Discussion bertema ‘Otomatisasi Pengolahan Data Penginderaan Jauh’, di Kantor Pusfatja Lapan, Pekayon, Jakarta Timur, Senin (15/6).

Ia menambahkan, sistem data tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk pengendalian akibat dampak perubahan lingkungan (deforestasi, emisi hutan dan bencana). Tetapi juga bisa melihat distribusi potensi SDA Indonesia. Dengan sistem data teknologi jarak jauh, semua masalah tersebut bisa dipantau dan dicarikan jalan ke luarnya.

“Dengan adanya sistem yang otomatis ini, informasi dari satelit penginderaan jauh bisa tersaji dengan cepat dan akurat ke instansi terkait. Dengan sistem ini, tidak mungkin ada data yang dihilangkan. Karena dengan sistem otomatis ini data langsung diolah selama 7-8 menit. Sedangkan, kalau menggunakan manual memakan waktu 10-48 jam,” paparnya.

Dijelaskan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya membangun sistem otomatis pengolahan dan pemanfaatan data penginderaan jauh ini. Tujuannya, agar Indonesia bisa mencapai kemandirian dalam bidang pengolahan data penginderaan jauh. Selain itu, Indonesia juga bisa memaksimalkan pemanfaatan data penginderaan jauh untuk masyarakat.

“Bagi sejumlah instansi pemerintahan kita yang membutuhkan data ini, mereka bisa menggunakan tanpa harus menggunakan software yang berlisensi. Artinya, sistem yang kami kembangkan berbasis tanpa lisensi dan juga tidak menggunakan lisensi yang biasa digunakan oleh kantor pemerintahan. Karena satu software ini harganya mahal sekali. Harganya bisa mencapai Rp200 juta,” tandasnya.

Rokhis mengakui, penginderaan jarak jauh memiliki keunggulan. Karena otomatisasi data ini mampu menghasilkan data dengan cakupan yang luas, akurat, cepat, hemat dan bersifat historis. Bahkan, penginderaan jauh juga sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan pertahanan dan keamanan, pemantauan wilayah strategis (seperti wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil) serta kelautan.

Sumber : http://possore.com/2015/06/16/lapan-otomatisasi-pengolahan-data-penginderaan-jauh/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL