Kompetensi Utama

Layanan


Hari Ini, Kemenag Umumkan Awal Ramadan Usai Magrib
Penulis : Hafizd Mukti • Media : CNNIndonesia.com • 16 Jun 2015 • Dibaca : 7073 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama akan menentukan jatuhnya awal Ramadan tahun ini 1436H/2015M usai magrib setelah melakukan sidang isbat yang digelar usai shalat Ashar di Gedung Kementerian Agama, Selasa (16/6).

"Hari ini, kami akan umumkan setelah shalat magrib," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Muchtar Ali, kepada CNN Indonesia, pagi ini.

Para ulama akan hadir untuk menentukan jatuhnya awal ibadah puasa, termasuk para pakar astronomi untuk melihat hisab dari bidang keilmuan masing-masing. Kementerian Agama sendiri telah menyebar jajarannya di setiap provinsi untuk mengamati hilal, sebagai tanda jatuhnya Ramadan.

"Tunggu saja, mudah-mudahan lancar. Setelah Magrib kami akan umumkan," ujar Muchtar.

Sementara itu PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1436 H/2015 ini jatuh pada hari Kamis, 18 Juni 2015 dan Idulfitri 1 Syawal 1436 H pada hari Jumat, 17 Juli 2015, pemerintahpun akan tetap menghormati keputusan dari PP Muhammadiyah tersebut dan masih akan tetap mediskusikannya dengan organisasi keagamaan lainya.

Sebelumnya, untuk menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah khususnya dalam menyikapi problematika hisab dan rukyat, Ditjen Bimas Islam telah melakukan pertemuan para pakar dan ahli hisab-rukyat yang merupakan representasi dari ormas Islam, Mahkamah Agung, IAIN/UIN, LAPAN, Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Planetarium, Bosccha ITB, dan ahli falak perorangan. Rapat Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama ini digelar pada Selasa (09/06) lalu di Jakarta.

“Rapat Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama kali ini dilaksanakan dalam rangka menyusun laporan Tim Hisab Rukyat terkait persiapan sidang Itsbat awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah 1436 H kepada Menteri Agama."

Dalam kesempatan itu, Thomas Djamaluddin dari LAPAN menyampaikan beberapa pandangannya terkait persoalan penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Menurutnya, penetapan itu bukan sekadar masalah penetapan waktu ibadah. Lebih dari itu, ada cita-cita besar yang ingin diwujudkan umat Islam, yaitu: mewujudkan kalender Islam yang mapan.

Kalender Islam yang mapan, lanjut Djamaluddin, adalah kalender yang bisa digunakan untuk penentuan waktu ibadah dan kegiatan muamalat (sosial, ekonomi, budaya) yang bisa dibuat untuk puluhan tahun, bahkan ratusan tahun ke depan. Untuk membuat kalender diperlukan ilmu hisab (komputasi) astronomi. Namun hasil hisab (perhitungan) saja belum bisa menetapkan awal bulan kalau belum menggunakan kriteria.

“Ya, kriteria menjadi salah satu dari tiga syarat utama untuk membangun sistem kalender yang mapan. Tiga syarat membangun sistem kalender yang mapan adalah (1) adanya otoritas tunggal, (2) adanya batas wilayah yang disepakati, dan (3) ada kriteria tunggal yang disepakati,” jelas Djamaluddin.

Sumber :
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150616092043-20-60237/hari-ini-kemenag-umumkan-awal-ramadan-usai-magrib/H








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL