Kompetensi Utama

Layanan


30 Juni Berlangsung Selama 24 Jam Plus 1 Detik
Penulis : Ari Supriyanti Rikin • Media : Beritasatu.com • 24 Jun 2015 • Dibaca : 15134 x ,

Jakarta - Masyarakat diminta tidak perlu khawatir akan adanya penambahan waktu atau jam dalam satu hari yang akan terjadi 30 Juni mendatang.

Adanya penambahan detik dalam waktu hari itu akan membuat satu hari menjadi 24 jam satu detik.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan waktu secara konvensional sejak ribuan tahun lalu mengunakan waktu matahari.

Dalam satu hari berdasarkan perputaran rotasi bumi dengan indikasi kenampakan matahari. Pengukuran akurat memang memperlihatkan rotasi bumi semakin lama semakin melambat.

Saat ini jam atom pun digunakan sebagai standar waktu. Selain itu jam matahari pun masih dipakai untuk konsistensi waktu.

"Dalam dua atau tiga tahun bumi makin lambat sekitar satu detik dan secara berkala perlu penyesuaian. Tahun 2012 juga terjadi penyesuaian dan tahun 2015 pada tanggal 30 Juni ada penambahan satu detik antara jam matahari dan jam atom," katanya di Jakarta, Rabu (24/6).

Menurut Thomas kondisi ini tidak memberi dampak signifikan. Namun dikhawatirkan beberapa sistem mengandalkan sistem akurat penyesuaian bisa dilakukan.

Pusat sistem rujukan, layanan informasi rotasi bumi akan mempertimbangkan plus dan minusnya. Plusnya dengan sinkronisasi sesuai jam matahari dan jam atom secara bertahap agar perubahan tidak terlalu terasa.

Sedangkan minusnya lanjut Thomas banyak sistem yang menggunakan waktu akurat hingga satuan detik harus ada penyesuaian jam atom dan jam matahari karena lompatan detik tersebut.

"Masyarakat umum tidak akan terasa akan adanya penambahan waktu ini. Untuk penelitian astronomi, geodesi dan sistem akurasi waktu tinggi, mereka yang perlu menyesuaikan," ucapnya.

Di samping itu masyarakat umum dapat menjadikan ini sebagai pengetahuan terkait waktu atau jam atom dan jam matahari yang sudah ribuan tahun lalu sudah digunakan.

Sumber :
http://www.beritasatu.com/iptek/285540-30-juni-berlangsung-selama-24-jam-plus-1-detik.html








Related Posts
Edukasi Keantariksaan LAPAN Pada Festival Pesona Kulminasi
27 Mar 2019
LAPAN kembali berpartisipasi dalam Festival Kulminasi Pontianak yang digelar di Tugu Khatulistiwa, Kalimantan Barat pada 21-23 maret 2019. LAPAN memberikan edukasi keantariksaan bagi masyarakat dan wisawatan yang hadir…
Teknologi Satelit
16 Oct 2018
Hari Tanpa Bayangan berlangsung di Indonesia, ini deretan faktanya
10 Oct 2018
Merdeka.com - Hari ini, Rabu (10/10/2018) ditandai dengan fenomena alam bernama hari tanpa bayangan. Fenomena alam hari tanpa bayangan ini merupakan fenomena alam langka di mana matahari akan ada tepat…
Siap-Siap, Jogja Bakal Alami Hari Tanpa Bayangan
10 Oct 2018
Harianjogja.com, JOGJA—Hari tanpa bayangan bakal dialami Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (13/10/2018) mendatang pukul 11.24 WIB.Pada Selasa (9/10/2018), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun twitternya mengumumkan bagian-bagian di…
Heboh Hari Tanpa Bayangan, Ini Wilayah Indonesia yang Diitari
10 Oct 2018
Hari tanpa bayangan tentu saja membuat heboh masyarakat Indonesia. Di mana menjelang tengah hari, bayangan seolah-olah hilang. Fenomena hilangnya bayangan itu disebut kulminasi, titik tertinggi yang dicapai dalam peredaran semunya…
Hari Tanpa Bayangan, LAPAN: Waktunya Pahami Bumi
21 Mar 2018
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan, hari tanpa bayangan yang terjadi siang ini, bisa dijadikan ajang edukasi bagi publik untuk memahami karakter Bumi.Sejumlah daerah yang dilintasi garis…
Ini Wilayah Indonesia yang Kebagian Hari Tanpa Bayangan
16 Mar 2018
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan, Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan pada 21 Maret dan 23 September 2018. Di mana saja? Dijelaskan LAPAN, fenomena ini tak…
Mengerikan! Ini yang Bakal Terjadi Jika Bulan Menghilang dari Orbit Bumi
29 Oct 2017
TRIBUNKALTENG.COM - Pernahkah Anda membayangkan, apa yang akan terjadi apabila bulan hilang dari orbit bumi?Meskipun besarnya hanya seperenam dari bumi, bulan ternyata memiliki peran besar untuk keberlangsungan hidup manusia.Dihubungi oleh…
Puasa di Aceh Ternyata Lebih Lama
02 Jun 2017
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Tak hanya di berbagai negara di dunia yang memiliki perbedaan panjang durasi puasa. Indonesia juga menjalani ibadah puasa dengan durasi yang berbeda.Perbedaan ini terjadi karena kemiringan sumbu…
Akankah Indonesia Puasa Lebih Lama di Tahun-Tahun Mendatang?
31 May 2017
JAKARTA – Beberapa negara memiliki durasi puasa yang berbeda setiap tahunnya. Hal tersebut didasarkan pada panjangnya durasi siang hari karena perubahan posisi matahari di tiap negara yang berbeda.“Perbedaan tersebut terjadi…
Ternyata, Puasa di Wilayah Aceh Lebih Lama ketimbang Papua
31 May 2017
JAKARTA – Tak hanya di berbagai negara di dunia yang memiliki perbedaan panjang durasi puasa. Indonesia juga menjalani ibadah puasa dengan durasi yang berbeda.Perbedaan ini terjadi karena kemiringan sumbu rotasi…
Matahari di Finlandia Bisa Bersinar 23 Jam, Ini Penjelasannya
30 May 2017
JAKARTA, KOMPAS.com -- Pada Selasa (30/5/2017), umat Islam di seluruh dunia telah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan pada hari ke-4. Lamanya waktu puasa ditandai sejak terbitnya matahari di ufuk…
Topan Super Nepartak Terjang Taiwan, Ini Penjelasan Lapan
09 Jul 2016
TEMPO.CO, Bandung - Topan Super Nepartak melumat daerah Taitung, selatan Taiwan, Jumat pagi, 8 Juli 2016, waktu setempat. Peneliti klimatologi dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa…
Fenomena Gerhana Matahari, Sarana Edukatif Alamiah Bagi Indonesia
16 Mar 2016
Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Total (GMT) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 9 Maret 2016. GMT terjadi ketika piringan matahari tertutup seluruhnya oleh piringan bulan yang melintas di antara…
Gerhana Matahari, Fenomena Langka yang Beri Peluang Pahami Alam Semesta
07 Mar 2016
Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Total (GMT) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 9 Maret 2016. GMT terjadi ketika piringan Matahari tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan yang melintas di…
Orbit Geostasioner Penting bagi Indonesia
16 Dec 2015
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan letak geografis di garis khatulistiwa. Posisi tersebut menjadikan Indonesia berada tepat di bawah geostationary orbit (GSO) atau orbit geostasioner. Selain itu, Indonesia juga merupakan…
Detik Kabisat Berlaku Satu Hari, Tidak Berpengaruh ke Aktivitas Manusia
30 Jun 2015
Jakarta - Detik kabisat kembali berlaku hari ini sehingga terjadi penambahan waktu satu detik. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof. Thomas Djamaluddin menyebut detik kabisat tidak berpengaruh pada…
Hari Ini, Waktu Bertambah Sedetik Jadi 24 Jam 1 Detik
30 Jun 2015
Jakarta - Detik kabisat kembali berlaku pada 30 Juni 2015. Satu detik ditambahkan, sehingga satu harinya menjadi 24 jam 1 detik."Menambah 1 detik pada tanggal 30 Juni 2015 sehingga setelah…
Detik Kabisat Sudah 25 Kali Terjadi, untuk Penyesuaian dengan Rotasi Bumi
30 Jun 2015
Jakarta - Pada akhir hari 30 Juni 2015 waktu internasional, waktu akan ditambah satu detik. Begini awal mula kesepakatan detik kabisat tersebut.Detik kabisat pertama kali diimplementasikan pada 1972. Sejak saat…
30 Juni Berlangsung Selama 24 Jam Plus 1 Detik
24 Jun 2015
Jakarta - Masyarakat diminta tidak perlu khawatir akan adanya penambahan waktu atau jam dalam satu hari yang akan terjadi 30 Juni mendatang.Adanya penambahan detik dalam waktu hari itu akan membuat…
Lompatan Detik kala Rotasi Bumi Melambat
23 Jun 2015
ADA hal yang berbeda pada 30 Juni 2015 mendatang. Sehari semalam takkan 24 jam lagi, tapi 24 jam 1 detik. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengakui…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL