Kompetensi Utama

Layanan


Garut Dukung Pengembangan Fasilitas LAPAN di Pulau Santolo
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 13 Jul 2015 • Dibaca : 52053 x ,

Kepala Biro Kerjasama dan Humas LAPAN (kiri) memaparkan mengenai hasil litbang LAPAN.

LAPAN melakukan ekspose penelitian dan pengembangan (litbang) serta pemanfaatannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ekspose tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama yang LAPAN dengan Pemkab Garut jalin sejak 1993. Diharapkan, kegiatan ini dapat mensinergikan rencana-rencana pembangunan terutama pengembangan instalasi dan fasilitas LAPAN di Pameungpeuk, Garut.

Dalam ekspose tersebut, Kepala Biro Kerjasama dan Humas LAPAN, Agus Hidayat, memaparkan berbagai produk litbang LAPAN yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Garut. Contohnya yaitu produk litbang sains atmosfer dan antariksa seperti Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa), Prediksi Frekuensi Komunikasi Radio, sistem pemantauan antariksa salah satunya space debris (sampah antariksa), dan pengamatan matahari.

Di bidang penerbangan dan antariksa, LAPAN secara mandiri mengembangkan teknologi roket, satelit, dan pesawat. “LAPAN sedang mengembangkan pesawat surveillance yang dimulai dengan membuat prototipe pesawat tanpa awak yang sangat sederhana dengan cara dilempar, dan kini LAPAN telah memiliki pesawat berawak yang nantinya akan dikembangkan juga dengan sistem pengendalian tanpa awak,” ujarnya. Pesawat ini sudah dimanfaatkan untuk memantau gunung berapi, pertumbuhan tanaman padi, serta lahan.

Selain itu, LAPAN juga memiliki program pengembangan pesawat transportasi bekera sama dengan PT Dirgantara Indonesia. Pesawat berjenis perintis tersebut bertujuan sebagai sarana transportasi antar pulau kecil.

Produk litbang lapan yang tak kalah pentingnya untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah Garut adalah data dan informasi penginderaan jauh satelit. Agus menjelaskan, sesuai ketentuan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang penyediaan, penggunaan, pengendalian kualitas penggunaan dan distribusi data satelit penginderaan jauh resolusi tinggi dan UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, LAPAN ditunjuk sebagai Bank Data Penginderaan Jauh Nasional. “Dengan demikian, Pemerintah Garut dapat memanfaatkan data penginderaan jauh LAPAN sebagaimana dalam peraturan tersebut untuk berbagai keperluan daerah, seperti bidang infrastruktur, pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan,” ujarnya.

Pemanfaatan data penginderaan jauh ini didukung oleh stasiun-stasiun bumi yang berlokasi di Rumpin, Parepare, dan Biak sehingga dapat mencakup citra seluruh wilayah Indonesia, bahkan sebagian negara-negara tetangga. Pemerintah daerah memanfaatkan data tersebut antara lain untuk pemantauan wilayah sumber daya darat, pesisir, dan laut, serta pemanfaatan untuk lingkungan dan mitigasi bencana. Contoh kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan misalnya pemantauan pertumbuhan perkebunan kelapa sawit, pengklasifikasian hutan dan perubahannya, pemantauan aktivitas pertambangan, pemetaan wilayah evakuasi gunung berapi, otomatisasi Zona Potensi penangkapan Ikan (ZPPI), pemantauan mangrove, serta pemantauan banjir dan kebakaran hutan. Keseluruhan data tersebut juga dapat diakses di website Lapan.

Agus melanjutkan, untuk meningkatkan hasil litbangnya, LAPAN terus menimba ilmu dari berbagai sumber, misalnya dengan aktif dalam organisasi internasional. Guna menarik minat generasi muda berkiprah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa dan penerbangan, LAPAN juga mengembangkan edukasi keantariksaa bagi generasi muda. Contohnya yaitu kegiatan rutin Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) yang pada tahun ini akan diselenggarakan di Pameungpeuk, demikian untuk tahun-tahun berikutnya.

Terkait aktivitas litbang di Garut, LAPAN memiliki fasilitas produksi dan uji terbang roket di Pameungpeuk. Agus menjelaskan, hal ini sangat memerlukan dukungan Pemerintah Garut guna mengembangkan dan meningkatkan potensi yang ada di wilayah tersebut, baik untuk kelancaran kegiatan litbang maupun menjamin kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Garut di sekitar fasilitas tersebut.

Dukungan tersebut diperlukan untuk mewujudkan visi dan misi LAPAN dalam mengembangkan teknologi di bidang penerbangan dan antariksa, salah satunya teknologi roket yang harus dikembangkan secara mandiri. Roket sangat berguna untuk berbagai keperluan misalnya untuk sarana peluncur satelit.

Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, tentunya harus dengan pembangunan mental dan karakter generasi muda sejak dini. Hal itu dijelaskan oleh Kepala Pusat Roket LAPAN, Sutrisno, dalam expose tersebut. Ia juga memaparkan rencana pengembangan Pulau Santolo sebagai pusat ilmu pengetahuan penerbangan dan antariksa. Tujuan pengembangan tersebut adalah membangun sarana dan prasarana edukasi penerbangan dan antariksa yang mencakup sejarah dan kronologi pengembangan roket, satelit, dan pesawat, serta pembangunan sarana dan prasarana yang mewadahinya.

“Kami ingin membangun wilayah Santolo dengan membagi kawasan ke dalam tiga zona, yaitu zona privat untuk kegiatan litbang Lapan, zona publik yang disediakan untuk pusat informasi dan edukasi masyarakat, serta zona buffer dengan posisi di antara kedua zona tersebut,” papar Sutrisno. Untuk menyukseskan pembangunan tersebut, LAPAN telah menyusun master plan Pulau Santolo.

Potensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan membangun sinergi Lapan dengan pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Pemkab Garut. “Untuk itu LAPAN siap melayani Kabupaten Garut dalam mengembangkan dan meningkatkan sumber daya yang dimiliki Pemkab garut. LAPAN juga siap mennyambung tali kerja sama dengan lebih erat guna menyukseskan pembangunan Pulau Santolo. Hal ini disebabkan, Pulau Santolo yang menjadi salah satu lokasi fasilitas Lapan merupakan bagian dari wilayah geografis Kabupaten Garut,” ungkap Sekretaris Utama LAPAN, I.L. Arisdiyo, saat expose tersebut.

Asisten I Bidang pemerintahan Kabupaten Garut, Didit F. Putradi, menyambut baik. “Mengatasi persoalan-persoalan di tengah masyarakat merupakan kewajiban bersama. Pemda Garut akan segera berkoordinasi dengan seluruh SKPD untuk menginventarisasi kebutuhan Garut dengan memanfaatkan potensi litbang LAPAN. Pemkab juga siap bersinergi dalam mewujudkan rencana pembangunan fasilitas LAPAN di wilayah Garut,” ujarnya.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL