Kompetensi Utama

Layanan


Akibat El Nino, Indonesia Berpeluang Kekeringan Hingga Akhir Tahun
Penulis Berita : Tim Variabilitas Iklim Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer • Fotografer : Dok. PSTA • 31 Jul 2015 • Dibaca : 4833 x ,

Indonesia perlu mewaspadai potensi kekeringan di berbagai wilayah. Hal ini disebabkan, hingga November 2015, El Nino berskala moderat hingga kuat dengan indeks berkisar 1,59 hingga 2,5 masih akan terjadi dengan peluang di atas 95 persen. Predikasi tersebut didasarkan pada tujuh model global dinamik dari berbagai lembaga riset iklim internasional. El Nino ini masih akan terus berlangsung hingga akhir 2015 namun dengan intensitas yang cenderung menurun.

Selain itu, berdasarkan hasil prediksi curah hujan musiman dari Model International Research Institute for Climate and Society (IRI), menunjukkan bahwa pada Juli hingga September peluang kekeringan mencapai hampir 80 persen di seluruh wilayah Indonesia.

Kekeringan tersebut akan berkurang sebanyak 40 persen pada periode Oktober hingga Desember di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Akan tetapi, kekeringan ini akan terus berlanjut di Pulau Jawa dengan peluang antara 60 hingga 80 persen.

Sebelumnya, Indonesia juga pernah mengalami El Nino kuat dengan indeks lebih dari 2 pada 1982-1983 dan 1997-1998. Akibatnya, berbagai wilayan Indonesia saat itu mengalami kekeringan parah. El Nino kuat seperti ini memiliki kecenderungan berulang sekitar 15 tahunan.

Kekeringan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Pada 1982-1983 dan 1997-1997, kekeringan parah tidak hanya disebabkan oleh El Nino kuat tapi juga Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang kuat. Sementara pada 2015/2016 ini, diharapkan kekeringan tidak separah sebelumnya karena indeks IOD berada dalam kondisi normal.

El Nino menunjukkan menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sementara IOD positif memperlihatkan suhu permukaan laut di Samudra Hindia antara wilayah dekat Sumatera yang lebih rendah dibandingkan suhu permukaan laut dekat Afrika. Baik El Nino maupun IOD mengakibatkan kekeringan di Indonesia.

Meskipun demikian, kemarau panjang tahun ini sangat perlu kita waspadai. Hal tersebut mengingat selama lima tahun terakhir wilayah Indonesia mengalami kemarau basah di mana masih sering terjadi hujan selama musim kemarau. Pada kondisi tersebut, secara psikologis masyarakat tidak merasakan kekeringan pada musim kemarau. Oleh karena itu, masyarakat harus siap dalam menghadapi kekeringan tahun ini.



Gambar 1. Probabilitas terjadinya El Nino (ENSO) dari berbagai model global hingga April 2016 (Sumber: http://iri.columbia.edu/).




Gambar 2. Probabilitas terjadinya El Nino (ENSO) dari berbagai model global hingga April 2016 (Sumber: http://iri.columbia.edu/).




Gambar 3. Peluang anomali negatif hujan (kekeringan) selama Agustus-Oktober 2015 (Sumber: http://iri.columbia.edu/).



Gambar 4. Peluang anomali negatif hujan (kekeringan) selama Oktober-Desember 2015 (Sumber: http://iri.columbia.edu/).




Gambar 5. Data histori indeks ENSO memperlihatkan El Nino kuat terjadi pada 1982/83 dan 1997/98 (Sumber: http://iri.columbia.edu/).





Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL