Kompetensi Utama

Layanan


2016, Tahun Kebangkitan Dirgantara Indonesia
Penulis : Bunaiya Fauzi Arubone • Media : rmol.co • 08 Aug 2015 • Dibaca : 11291 x ,

RMOL. Saat BJ Habibie menjabat Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) pada 1995 silam, Indonesia telah mampu menghasilkan pesawat N250 Gatot Kaca. Riset yang dilakukan Habibie sejak tahun 1989 telah mendapat pengakuan dunia internasional.

"Tepat tanggal 10 agustus tahun 1995 mampu pesawat itu terbang dalam waktu 55 menit, artinya pesawat itu telah mampu terbang dengan sempurna. Jadi, Boeing mengakui bahwa Indonesia telah mampu menghasilkan, dari Airbus mengakui putra-putri Indonesia telah mampu menghasilkan pesawat itu," kata Menristek Dikti Muhammad Nasir dalam pembukaan Ritek Expo di Jakarta, Jumat (7/8).

Menristek melalui PT. Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ingin mengembalikan kejayaan dirgantara Indonesia di mata dunia, dengan menciptakan pesawat angkut penumpang berukuran kecil yang diberi kode N219. Pesawat berpenumpang 19 orang ini mempunyai dua mesin dilengkapi teknologi sederhana.

Hal ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi N219 bersaing dengan pesawat jenis yang sama dari Fokker karena harganya jauh lebih murah. Direncanakan, pesawat yang beroperasi di daerah-daerah terpencil Indonesia itu akan di-roll out pada Oktober 2015 dan diuji terbang awal 2016.

"Harapannya, tahun 2016 adalah tahun kebangkitan dirgantara Indonesia," ujar Menteri Nasir. 

Sumber: http://www.rmol.co/read/2015/08/08/212687/2016,-Tahun-Kebangkitan-Dirgantara-Indonesia-








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL