Kompetensi Utama

Layanan


Siptekgan ke-19: Iptek Penerbangan dan Antariksa Wujudkan Kemandirian Bangsa
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Sgd • 12 Aug 2015 • Dibaca : 39973 x ,

Kepala LAPAN memberikan sambutan saat Siptekgan ke-19.

LAPAN menyelenggarakan Seminar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (Siptekgan) ke-19 di Pusat Teknologi Penerbangan, Bogor, Jawa Barat, (11/8). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan LAPAN. Tahun ini, tema seminar yaitu Iptek Penerbangan dan Antariksa untuk Kemandirian Bangsa.

Sebanyak 80 makalah didaftarkan pada semiar kali ini, namun hanya 42 makalah yang lolos dan 12 diantaranya dipresentasikan secara oral, sementara itu makalah lainnya dipresentasikan melalui poster. Seminar diikuti oleh berbagai instansi yang memiliki penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa.

Menurut Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, seminar ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas LAPAN sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Siptekgan juga menjadi sarana para peneliti dari berbagai instansi untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan teknologi. Ia melanjutkan, seminar ini dapat menjadi penyemangat bagi para peneliti dan perekayasa bahwa bangsa Indonesia dapat mengembangka inovasi. Dengan demikian, mereka akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas penelitian dan perekayasaannya.

Tujuannya yaitu untuk mendukung dalam mencapai kemandirian nasional di bidang ilmu tersebut. “Cita-cita besarnya yaitu, Indonesia melalui LAPAN ingin membangun pusat unggulan di bidang roket, satelit, dan penerbangan,” ujar Kepala LAPAN.

Sebagai pusat unggulan di bidang penerbangan, LAPAN telah mengembangkan pesawat N219. Pesawat ini memiliki kandungan lokal yang tinggi dan akan meningkatkan konektivitas pulau-pulau kecil nusantara. Pesawat tersebut merupakan upaya lembaga litbang untuk mendukung industri penerbangan nasional sekaligus membangkitkan pengembangan teknologi penerbangan di LAPAN. “Suatu saat nanti, Indonesia akan mampu bangkitkan kebanggaan 20 tahun silam dan kembali ke posisi yang membanggakan saat berhasil menerbangkan pesawat N250,” ia berkata.

Selain pesawat transportasi, LAPAN juga mengembangkan pesawat tanpa awak atau UAV. UAV buatan LAPAN tersebut telah mendapat penghargaan dalam 20 inovasi pada Hakteknas 2015. Penghargaan tersebut tentunya menjadi penyemangat dalam pengembangan UAV dan pemanfaatannya.

Di bidang roket, LAPAN berupaya mencapai penguasaan teknologi Roket Pengorbit Satelit. Thomas menjelaskan, target saat ini yaitu mampu membangun roket yang dapat mengantarkan satelit kecil hingga ke orbit 300 kilometer.

Sementara itu, di bidang satelit, LAPAN telah meluncurkan satelit mikro LAPAN-Tubsat (LAPAN-A1) pada 2007. Satelit generasi berikutnya, LAPAN-A2 telah siap dan rencananya akan diluncurkan pada September tahun ini dari India. Ia berharap, tahun depan satelit berikutnya LAPAN-A3 dan LAPAN-A5 dapat diluncurkan. Di masa depan, Indonesia akan membuat konsorsium nasional guna membangun satelit operasional.






Panitia dan pemakalah Siptekgan ke-19 berfoto bersama.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL