Kompetensi Utama

Layanan


Siptekgan ke-19: Indonesia Punya Peluang Besar Kembangkan Teknologi Penerbangan dan Antariksa
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Sgd • 12 Aug 2015 • Dibaca : 7073 x ,

Kepala LIPI memaparkan mengenai peluang pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa di Indonesia.

Saat ini, Indonesia memang memerlukan banyak penelitian dan pengembangan di bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Negara ini memiliki banyak peluang dalam pengembangan teknologi tersebut.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, saat menjadi keynote speaker pada Seminar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (Siptekgan) ke-19. Seminar berlangsung di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Ia melanjutkan, peluang itu disebabkan oleh kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan. Akibatnya, Indonesia memerlukan transportasi andal yang sesuai dengan kondisi lokal. Selain itu, bangsa ini juga memerlukan informasi kedirgantaraan untuk berbagai proses penerbangan. Untuk itu negara ini harus mandiri di bidang teknologi kedirgantaraan apalagi Indonesia telah memiliki LAPAN sebagai lembaga litbang yang bergerak di bidang tersebut.

Teknologi penerbangan dan antariksa tersebut sangat sejalan dengan tujuh fokus strategis pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Fokus tersebut yaitu pembangunan teknologi transportasi. Artinya, Indonesia harus mengembangkan juga teknologi dirgantara guna memenuhi rencana tersebut. Untuk itu, Indonesia memerlukan antara lain sumber daya manusia yang berkualitas, kebijakan pemerintah yang mendukung kemandirian, serta pendekatan triple helix dengan melibatkan berbagai pihak seperti lembaga litbang, industri, dan perguruan tinggi.

Dalam mengembangkan litbang di bidang penerbangan dan antariksa, Indonesia juga memiliki tantangan. Iskandar menjelaskan, untuk itu, perlu upaya untuk membangun kepercayaan bangsa ini secara penuh pada kemampuan diri sendiri dalam mengembangkan teknologi dan memanfaatkan produk sendiri.

Untuk mencapai penguasaan iptek, dapat ditinjau dari tiga komponen konseptual iptek dan kemandirian bangsa. Komponen tersebut yaitu mandiri, berperan, dan berdaulat. Mandiri adalah mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan sejahtera. Kemandirian tersebut akan mengantarkan menjadi negara yang berdaulat atau sejajar dengan bangsa lain, dan akhirnya mampu berperan aktif dalam pergaulan global. Ketiga komponen ini akan kuat jika berpondasi pada penyerapan, pengenalan, pengembangan ilmu pengetahuan dan berdasarkan penyerapan, penguasaan, penciptaan, dan pemanfaatan teknologi. Ia menambahkan bahwa peran iptek sangat besar dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia.

Senada dengan Iskandar, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (DI), Dr. Andi Alisjahbana, saat menjadi keynote speaker di acara tersebut, mengatakan bahwa tingkat penguasaan iptek akan menentukan tingkatan peradaban bangsa. Tingkatan peradaban dibagi menjadi hunter-gatherer (nelayan/perikanan), farmer/agricultural (pertanian), industri, information based (industri pesawat terbang), knowledge based, dan future. Untuk mencapai tingkat peradaban yang lebih tinggi diperlukan penguasaan iptek terutama bila ingin mencapai kemandirian bangsa.

Untuk mencapai penguasaan teknologi yang diinginkan, Indonesia dapat melakukan dua hal yaitu riset dan offset. Andi menjelaskan, riset tentunya memerlukan waktu yang sangat panjang atau bertahun-tahun untuk mencapai hasil yang diinginkan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL