Kompetensi Utama

Layanan


SIPTEKGAN ke-19: Teknologi Penerbangan dan Antariksa Tingkatkan Peradaban Bangsa
12 Aug 2015 • Dibaca : 34715 x ,

LAPAN telah menyelenggarakan Seminar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (Siptekgan) ke-19. Seminar berlangsung di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8). Kegiatan tahunan LAPAN ini merupakan sarana sosialisasi hasil penelitian, pengembangan, dan perekayasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Tahun ini, tema seminar yaitu Iptek Penerbangan dan Antariksa untuk Kemandirian Bangsa.

Sebanyak 80 makalah didaftarkan pada semiar kali ini, namun yang diterima hanya 42 makalah dengan komposisi 12 makalah sebagai presentasi oral dan 30 makalah presentasi poster. Seminar diikuti oleh 200 peserta dari berbagai instansi yang memiliki penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Instansi yang mengikuti kegiatan ini antara lain LAPAN, BPPT, LIPI, ITB, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA).

Menurut Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, seminar ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas LAPAN sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Tujuannya yaitu untuk mendukung dalam mencapai kemandirian nasional di bidang ilmu tersebut. “Cita-cita besarnya yaitu, Indonesia melalui LAPAN ingin membangun pusat unggulan di bidang roket, satelit, dan penerbangan. Nantinya di masa depan, Indonesia juga akan membangun Bandar antariksa sesuai yang tertuang dalam rencana induk keantariksaan” ujarnya.

Siptekgan juga menjadi sarana para peneliti dari berbagai instansi untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan teknologi. Ia melanjutkan, seminar ini dapat menjadi penyemangat bagi para peneliti dan perekayasa bahwa bangsa Indonesia dapat mengembangka inovasi. Dengan demikian, mereka akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas penelitian dan perekayasaannya.

Saat menjadi keynote speaker Siptekgan, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, menjelaskan bahwa tinjauan konseptual iptek dan kemandirian bangsa terdiri dari tiga komponen yaitu mandiri, berperan, dan berdaulat. Mandiri adalah mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan sejahtera. Kemandirian tersebut akan mengantarkan menjadi negara yang berdaulat atau sejajar dengan bangsa lain, dan akhirnya mampu berperan aktif dalam pergaulan global. Ketiga komponen ini akan kuat jika berpondasi pada penyerapan, pengenalan, pengembangan ilmu pengetahuan dan berdasarkan penyerapan, penguasaan, penciptaan, dan pemanfaatan teknologi.

Mencapai penguasaan teknologi dirgantara merupakan bagian dari peradaban. Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (DI), Dr. Andi Alisjahbana menjelaskan bahwa tingkatan peradaban dibagi menjadi hunter-gatherer (nelayan/perikanan), farmer/agricultural (pertanian), industri, information based (industri pesawat terbang), knowledge based, dan future. Untuk meningkatkan tingkat peradaban yang lebih tinggi diperlukan penguasaan iptek terutama bila ingin mencapai kemandirian bangsa.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL