Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN kepada Karyasiswa LAPAN: Pendidikan Perlu Integritas dan Komitmen
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/EN • 20 Aug 2015 • Dibaca : 5467 x ,

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin (kedua dari kiri) memberi pembekalan kepada 39 orang karyasiswa LAPAN.

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin memberikan pembekalan terhadap 39 orang pegawai yang mendapat beasiswa (Karyasiswa) untuk melanjutkan pendidikan sarjana, magister dan doktoral. Para karyasiswa resmi menyandang predikat sebagai pegawai yang mendapat tugas belajar dari LAPAN. Ini merupakan komitmen LAPAN untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal maupun teknis. 

“Ini adalah langkah baik melalui proses pendidikan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Proses pendidikan memerlukan integritas dan kesatuan terhadap komitmen para siswa,” kata Thomas di kantor pusat LAPAN, Jakarta Timur, pada Selasa (18/8). Pembekalan juga dihadiri oleh Deputi Tekgan Dr. Rika Andiarti, Deputi Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Afif Budiyono, serta Sekretaris Utama I.L. Arisdiyo.

Selain itu, Thomas menambahkan, proses pendidikan punya dua tujuan. Pertama untuk meningkatkan kompetensi diri yang terkait dengan lembaga, serta kedua untuk mencari ilmu, kemampuan dan wawasan baru, di tempat dan suasana kerja yang baru. “Kampus adalah untuk mendapatkan hal-hal yang baru dan ilmu yang baru, pada saatnya nanti setelah selesai dan kembali ke dunia kerja, kita dapat meningkatkan kinerja di institusi dimana kita bekerja,” ujar Thomas. 

Para karyasiswa akan menempuh masa tugas belajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti UI, ITB, IPB, UGM, UNPAD, UNDIP, ITS dan LAN. Mereka akan tersebar di berbagai bidang keilmuan yaitu bidang teknik, sains, hukum, sosial, ekonomi dan manajemen serta bidang lainnya yang sesuai dengan kompetensi LAPAN. Selain konsekuensi harus mengikuti proses perkualiahan sesuai dengan jenjang sarjana, magister maupun doktoral, para karyasiswa pun akan mendapat beban dan tantangan baru yang berpotensi menimbulkan stress.

“Hal ini harus dapat diminimalisir, harus ada kesiapan mental untuk menanggulanginya, sehingga tugas dan tanggung jawab sebagai PNS dan sebagai karyasiswa dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” Thomas menekankan. 

Di masa mendatang, menurut Thomas, mahasiswa tugas belajar diusulkan untuk tetap melakukan tugas kedinasan. Ini berarti disamping proses perkuliahan, karyasiswa tidak dibebaskan dari tugas kedinasan. “Tugas kedinasan menjadi prioritas utamanya. Untuk itu disarankan untuk penilaiannnya disinergikan,” Thomas menambahkan. 

Dari 39 orang karyasiswa LAPAN tahun anggaran 2015, satu orang menempuh pendidikan sarjana, sedangkan untuk jenjang magister dan doktoral masing-masing berjumlah 34 orang dan 4 orang. Mereka berasal dari unit kerja LAPAN yakni Pusteksat, Pustekbang, Pustekroket, Pusfatja, Pustekdata, Pusfatekgan, PSTA, Pussainsa, Pusjigan, Biro Renor dan Biro Umum. 
 
Setelah menyelesaikan masa tugas belajar, mereka akan kembali berdinas di LAPAN. “Tunjukan kemampuan kinerja yang baik, berikan inovasi untuk dapat memberikan solusi bagi LAPAN. Upayakan untuk memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi atau sedang diselesaikan oleh LAPAN. Ini sebagai salah satu upaya memberikan layanan kepada kedinasan,” ujar Thomas sebelum mengakhiri pembekalan tersebut. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL