Kompetensi Utama

Layanan


Presiden RI Lepas Satelit Pamantauan Maritim Indonesia LAPAN-A2/LAPAN-ORARI
02 Sep 2015 • Dibaca : 36643 x ,

Presiden Joko Widodo direncanakan akan melepas satelit ekuatorial pertama Indonesia, LAPAN A2, pada Kamis 3 September 2015 di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Jl. Cagak Satelit Km. 04, Rancabungur, Bogor, Jawa Barat. Satelit untuk pemantauan kemaritiman Indonesia tersebut, nantinya akan segera diberangkatkan ke India dengan pesawat kargo dan diluncurkan ke orbitnya dengan roket India.

LAPAN-A2 merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa LAPAN. Seluruh kegiatan perancangan, pembuatan, dan pengujiannya selesai pada Agustus 2012 di dalam negeri. Keberhasilan pembangunan satelit tersebut membangkitkan kepercayaan diri dan kemandirian bangsa. Pencapaian kemandirian penguasaan teknologi satelit mikro ini juga merupakan langkah maju setelah sebelumnya berhasil melaksanakan program pembangunan satelit LAPAN-A1/ LAPAN-TUBSAT, hasil kerja sama dengan TU Berlin, Jerman. LAPAN-A1 telah diluncurkan pada 2007 yang saat ini masih berada di orbit pada ketinggian 630 kilometer, namun masa operasionalnya telah berakhir pada

LAPAN-A2 akan diorbitkan dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi. Satelit berbobot 78 kilogram tersebut membawa miisi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Untuk pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter. Dengan orbit ekuatorial, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari.

Untuk melakukan pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, akan menggunakan Spaceborne Receiver Automatic Identification System. Dengan demikian cakupan area pengamatan dapat mencapai ribuan kilometer. Sementara itu, misi komunikasi amati pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional.

Dengan sistem satelit pemantauan maritim Indonesia berbasis pengambilan citra dan indentifikasi automatis yang disiapkan LAPAN, maka satelit LAPAN-A2 akan mendukung program dan misi presiden untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. Satelit ini juga akan mendukung keamanan nasional demi menjaga kedaulatan wilayah Indonesia dan meningkatkan kemandirian nasional sesuai dengan Nawacita pertama yaitu untuk memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

LAPAN-A2 adalah langkah kecil, namun berharap dukungan presiden Joko Widodo akan menjadi langkah awal untuk melompat menuju kemandirian bangsa, khususnya dalam bidang teknologi antariksa. Apalagi, saat ini teknologi antariksa sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan bangsa yang modern.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL