Kompetensi Utama

Layanan


Perpustakaan Perlu Miliki Kemampuan Manajemen Pengetahuan
Penulis Berita : Humas/Dia • Fotografer : Humas/Rizki • 03 Sep 2015 • Dibaca : 6360 x ,

Pembicara menyampaikan paparan mengenai pentingnya manajeman pengetahuan bagi perpustakaan.

Perpustakaan berperan sebagai repositori manajemen pengetahuan, yang dikelola adalah pengetahuan taksit bukan lagi koleksi. Pustakawan membantu orang yang memiliki pengetahuan dalam organisasi mengkristalkan pengetahuan. Inilah peran dan tantangan pustakawan untuk lebih proaktif dan terus meningkatkan kompetensi.

Hal tersebut disampaikan oleh Pembina Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII), Harkrisyati Kamil, ketika menjadi pembicara pada Forum Komunikasi (forkom) Perpustakaan Kementerian Ristek Dikti yang diselenggarakan oleh Perpustakaan LAPAN, Kamis (3/9). Kegiatan ini berlangsung di Balai Pertemuan Dirgantara LAPAN, Rawamangun, Jakarta Timur.

Lebih Lanjut, dalam materi pembahasannya mengenai Peran Perpustakaan dalam Manajemen Pengetahuan, ia memaparkan bahwa konsep manajemen pengetahuan sebenarnya sebagian sudah dijalankan pustakawan. Akan tetapi, pustakawan tidak sadar bahwa yang dikelola adalah aset intangible. Selain itu, para pustakawan hanya terkungkung dalam unit perpustakaan. Padahal, semestinya pustakawan juga dapat mengelola pengetahuan organisasi termasuk karyawan yang memiliki pengetahuan taksit.

Selain memiliki kemampuan manajemen pengetahuan pelayanan perpustakaan juga perlu ditingkatkan melalui ISO. Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua forkom, Minannudin, saat mempresentasikan mengenai Peningkatan Kinerja Layanan Berbasis ISO 11620:2014: Library Performance Indicator. Ia menjelaskan bahwa ISO 11620:2014 adalah standarisasi yang berfungsi sebagai alat untuk menilai kualitas efektifitas layanan, sumberdaya, dan aktifitas lain yang disediakan perpustakaan dan menilai efisiensi sumberdaya yang dialokasikan perpustakaan untuk layanan dan aktifitas perpustakaan. Indikator yang diukur mencakup empat aspek yaitu sumberdaya, akses, infrastruktur; penggunaan sumber daya; efisiensi, serta potensi dan pengembangan perpustakaan.

Forum Komunikasi Perpustakaan Kementerian Ristek Dikti merupakan forum komunikasi unit perpustakaan pada LPNK yang berada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi. Forum ini mengadakan pertemuan rutin sekaligus pertemuan ilmiah yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja dan wawasan perpustakaan. Pertemuan di LAPAN merupakan pertemuan ketiga.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Bagian Kerjasama Internasional, Christianus R. Dewanto, menyampaikan bahwa forkom ini sangat positif sebagai media pertukaran informasi bagi seluruh perpustakaan pada LPNK Melalui forum ini, perpustakaan dapat berbagi pengetahuan mengenai kegiatan pelayanan yang dilakukan pada perpustakaan masing masing.

Forum kali ini dibagi menjadi tiga sesi, sesi pertama menampilkan topik utama, yang diisi oleh pembicara yang merupakan praktisi di bidang perpustakaan. Dua sesi selanjutnya diisi oleh pustakawan dari LAPAN, BATAN, PDII LIPI dan BPPT, dengan topik khusus Peningkatan Layanan dan Promosi Perpustakaan.

Forum ini dihadiri oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan yang berasal dari LAPAN, LIPI, BPPT, BATAN, BIG, Kemenristek Dikti, Perpustakaan Kempolhukam dan perpustakaan perguruan tinggi yakni Perpustakaan UI, Trisakti dan Universitas Negeri Jakarta.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL