Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Selenggarakan Pertemuan dan Seminar Asia-Pacific Network
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 08 Sep 2015 • Dibaca : 37175 x ,

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dr. M. Rokhis Khomarudin saat presentasi pada seminar Asia-Pacific Network mengenai ketahanan air dan adaptasi perubahan iklim.

Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi keantariksaan oleh LAPAN diharapkan berdampak secara nasional, regional maupun internasional. Salah satunya pemanfaatan penginderaan jauh untuk adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim bagi kawasan Asia Tenggara. Untuk itu, dalam kerangka Asia-Pacific Network (APN) LAPAN selenggarakan pertemuan dan seminar mengenai ketahanan air dan adaptasi perubahan iklim di perkotaan kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini hasil kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan diselenggarakan pada Senin–Selasa (7–8/9) di IPB International Convention Centre, Bogor. Pertemuan dan seminar dihadiri oleh perwakilan dari negara anggota sub regional Asia Tenggara termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Lao PDR. 
 
Pertemuan APN South-East Asia Sub-Regional Cooperation (SEA-SRC) ini merupakan pertemuan kedelapan sejak dibentuknya sub-regional Asia Tenggara pada 2008 lalu. Kali ini pertemuan membahas hasil pertemuan tahun sebelumnya serta proyeksi pertemuan di tahun mendatang. Selain itu, terdapat penjelasan dari Mountain Research Initiative (MRI) di Asia Tenggara. Kemudian, para anggota pertemuan juga membicarakan kemungkinan keterlibatan Myanmar pada APN dan aktivitas sub regional Asia Tenggara. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dr. M. Rokhis Khomarudin dalam seminar tersebut menyajikan hasil litbang penginderaan jauh LAPAN dalam bidang manajemen sumber daya air dan adaptasi iklim. Menurut Rokhis, citra satelit bisa dimanfaatkan untuk mengetahui ketersediaan air, infrastruktur perairan (irigasi) untuk ketahanan pangan, mitigasi dan adaptasi bencana banjir maupun kekeringan serta perubahan tutupan lahan. 

Terkait bencana banjir, Rokhis menjelaskan tentang simulasi banjir daerah aliran sungai di Kabupaten Sampang. Selain itu, ia menjelaskan simulasi banjir memakai metode elevasi dijital (Digital Elevation Model/ DEM) yang diterapkan di Kampung Melayu, Jakarta. Untuk perubahan tutupan lahan, Rokhis menjelaskan tentang sistem penghitungan karbon Indonesia (INCAS). 

Koordinator kegiatan Dr. Erna Sri Adiningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama tentang hasil litbang penginderaan jauh LAPAN untuk kepentingan kawasan Asia Tenggara di berbagai bidang. “Untuk kali ini, temanya tentang water security dan adaptasi perubahan iklim untuk perkotaan. LAPAN memiliki stasiun bumi yang diakui secara internasional dan mampu menjangkau beberapa daerah Asia Tenggara dan datanya bisa dimanfaatkan bersama untuk berbagai kepentingan,” ujar Erna. 



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL