Kompetensi Utama

Layanan


Sinergi LAPAN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Selamatkan Kekayaan Laut Indonesia
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 11 Sep 2015 • Dibaca : 39225 x ,

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin saat sambutan sebelum seremonial penandatanganan kerja sama dengan KKP di Jakarta, Kamis (10/9).

LAPAN berupaya untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional khususnya program-program utama pemerintahan saat ini yang memberikan perhatian cukup besar pada sektor kemaritiman. Mengingat hal tersebut, Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menandatangani naskah kerja sama di bidang pemanfaatan sains dan teknologi kedirgantaraan untuk sektor kelautan dan perikanan. Penandatanganan dilakukan di Jakarta pada Kamis (10/9) berbarengan dengan Rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2015. 

Thomas berharap dengan kemampuan sains dan teknologi penerbangan dan antariksa, kerja sama ini dapat membantu newujudkan cita-cita laut sebagai masa depan bangsa. Caranya, dengan meningkatkan potensi-potensi kekayaan perikanan dan kelautan Indonesia. Salah satunya melalui informasi zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) hasil litbang penginderaan jauh LAPAN. 

“Kami mengindentifikasi ZPPI sehingga nelayan ketika melaut tidak lagi mencari ikan, tetapi menangkap ikan, karena lokasi ZPPI sudah bisa diidentifikasi dari data-data satelit. Ada beberapa dinas perikanan yang sudah pakai data ZPPI dan kami dapat informasi bahwa penangkapan ikan bisa ditingkatkan dengan ZPPI,” Thomas menjelaskan. 

Saat fenomena El Nino terjadi, imbuh Thomas, laut Indonesia cenderung dingin yang menyebabkan daerah ZPPI bertambah. Dengan demikian, daerah-daerah yang jumlah ikannya banyak akan bertambah dan banyak dituju oleh nelayan. Hal tersebut bisa meningkatkan penangkapan dan produksi perikanan. 

Selain itu, Thomas juga menjelaskan mengenai litbang penerbangan dan antariksa yang tengah dikembangkan oleh LAPAN. “Kami mengembangkan satelit yang dilengkapi dengan sistem identifikasi otomatis (AIS), satelit LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI yang akan diluncurkan 28 September ini,” kata Thomas. Satelit tersebut, Thomas menambahkan, akan mengorbit di ketinggian 650 kilometer di atas permukaan bumi dan melintasi Indonesia sebanyak 14 kali sehari. 

“Diharapkan ribuan kapal bisa teridentifikasi setiap harinya, kapal mana yang legal dan ilegal. Ini adalah upaya untuk menyelematkan kekayaan kita di laut,” tegas Thomas. 

Sementara itu, ditemui di sela-sela acara tersebut, Susi menyambut baik kerja sama LAPAN dengan KKP. Menurut Susi, kerja sama ini bagus karena memudahkan nelayan untuk tidak hanya mencari ikan tetapi menangkap ikan memakai data satelit. 




Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL