Kompetensi Utama

Layanan


Satelit LAPAN-A2 Berhasil Diluncurkan
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 28 Sep 2015 • Dibaca : 33176 x ,

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin (tengah) dalam acara talkshow dan live streaming peluncuran satelit LAPAN-A2 di Kantor Pusat LAPAN, pada Senin (28/9).

Satelit equatorial pertama yang dibuat di dalam negeri oleh LAPAN berhasil diluncurkan pada Senin (28/9) di Sriharikota, India. Menggunakan roket peluncur satelit dengan nama PSLV-C30 yang lepas landas pada pukul 11.30 WIB, satelit LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI berhasil “melepaskan diri” dari PSLV-C30 pada detik ke 1381 dari waktu peluncuran, saat berada di ketinggian sekitar 650 kilometer di atas permukaan bumi. Selanjutnya, dengan fasilitas yang dimiliki stasiun bumi di Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN, proses penjejakan satelit baru akan dimulai.

Menurut Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, diperlukan waktu sekitar satu bulan sebelum LAPAN-A2 beroperasi dengan normal. “Diperlukan waktu kira-kira satu bulan untuk mengaktifkan dan menguji semua sistem satelit agar bisa beroperasi dengan normal,” ujar Thomas. LAPAN-A2, Thomas menambahkan, akan mengorbit equatorial dan melintasi Indonesia setiap 90 menit sekali atau 14 kali setiap harinya. 

Selain stasiun bumi di Pusteksat, LAPAN juga memiliki stasiun bumi di Balai Penjejakan dan Kendali Wahana Antariksa (BPKWA) di Biak. Stasiun bumi tersebut akan membantu dalam proses penjejakan satelit LAPAN-A2. Dalam berkomunikasi dengan stasiun bumi, LAPAN-A2 menggunakan frekuensi UHF dan S-Band. Untuk sistem kontrol perilaku, satelit ini juga dilengkapi dengan tiga wheel/ fiber optic laser gyros dalam axis orthogonal, dua CCD star sensor, tiga magnetic coils, enam panel surya tunggal untuk sensor matahari, dan 3 axis magnetic fields sensor.

Selanjutnya, Thomas menjelaskan mengenai tiga misi utama yang diemban LAPAN-A2 yaitu misi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Untuk misi pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera video analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi 3,5 meter. Menurut Thomas, komunikasi radio amatir sangat diperlukan untuk kepentingan perbatasan maupun tanggap darurat bencana. 

Peluncuran LAPAN-A2, Thomas menambahkan, memiliki arti penting dalam membangkitkan kepercayaan diri para peneliti dan perekayasa LAPAN untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kemandirian bangsa di bidang iptek keantariksaan. Tak lupa, Thomas menjabarkan rencana peralihan dari litbang satelit eksperimen menuju litbang satelit operasional. “Meskipun masih terkendala dengan anggaran, namun kami mengerti hal tersebut. Namun kami yakin pemerintah akan mendukung hasil litbang yang bermanfaat langsung bagi pembangunan, seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo di Pusteksat beberapa waktu lalu,” imbuh Thomas. 

Selain satelit LAPAN-A2, PSLV-C30 membawa muatan utama berupa satelit Astrosat dengan berat 1,5 ton, satu buah satelit nano milik Kanada dengan berat 14 kg dan 4 buah satelit nano milik Amerika Serikat dengan berat masing-masing 4 kilogram. Pada momen peluncuran tersebut, LAPAN mengadakan talkshow tentang LAPAN-A2 yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi TVRI DKI Jakarta, serta nonton bareng momen peluncuran tersebut di Kantor Pusat LAPAN. Selain Kepala LAPAN, talkshow juga menghadirkan perwakilan dari Orari. Peserta talkshow merupakan stakeholder dan mitra serta pejabat di lingkungan LAPAN. Awak media tak lupa hadir untuk menyaksikan peluncuran tersebut.

Detik-detik peluncuran PSLV-C30 yang membawa satelit LAPAN-A2 (Dok. stasiun televisi DD India)
Satelit LAPAN-A2 melepaskan diri pada detik ke-1381 (Dok. stasiun televisi DD India)


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL