Kompetensi Utama

Layanan


Satelit Lapan A2/Orari Mencapai Orbit
Penulis : M ZAID WAHYUDI • Media : Kompas Print • 30 Sep 2015 • Dibaca : 36752 x ,

JAKARTA, KOMPAS — Roket PSLV C-30 diluncurkan dari Bandar Antariksa Satish Dhawan, Sriharikotta, India, Senin (28/9), tepat pukul 10.00 waktu India atau 11.30 WIB. Roket peluncur yang dioperasikan Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) tersebut membawa muatan tujuh satelit, termasuk satelit Lapan A2/Orari.

Sesaat setelah roket meluncur, tepuk tangan pun menggema di Balai Pertemuan Dirgantara Kantor Pusat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rawamangun, Jakarta. Ekspresi kegembiraan itu muncul dari para peneliti dan pegawai Lapan serta tamu undangan yang menyaksikan peluncuran satelit Lapan A2/Orari melalui jaringan internet. Meski demikian, saat itu mereka masih tegang karena satelit belum mencapai orbit.

Ketujuh satelit yang dibawa roket peluncur tersebut terdiri dari satu satelit muatan utama dan enam satelit yang ditumpangkan. Satelit utamanya ialah satelit penelitian astronomi milik India Astrosat berbobot 1.513 kilogram (kg). Adapun enam satelit yang ditumpangkan ialah Lapan A2/Orari berbobot 76 kg dari Indonesia, satelit nano NLS-14 milik Kanada dengan berat 14 kg, dan empat satelit nano milik Amerika Serikat (AS) Lemur dengan total berat 28 kg.

Sementara itu, roket Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) yang digunakan untuk membawa ketujuh satelit itu terdiri atas empat tingkat. Tingkat ke-1 hingga ke-3 roket dilepaskan secara bertahap saat roket mencapai ketinggian tertentu. Adapun tingkat ke-4 roket berfungsi mendorong kapsul berisikan satelit hingga mencapai orbit di ketinggian 650 km.

Ketinggian orbit 650 km itu dicapai pada 21,93 menit sejak roket diluncurkan. Selanjutnya, pada menit ke-22,52 sejak peluncuran, satelit Astrosat dilepaskan ke orbit. Berselang 30 detik kemudian, giliran satelit Lapan A2/Orari yang dilepas ke orbit. Kemudian secara berturut-turut satelit nano NLS-14, Lemur 1, Lemur 2, Lemur 3, dan Lemur 4 dilepas ke orbit setiap berselang setiap sekitar setengah menit.

"Titik krusial dalam peluncuran satelit ke orbit adalah menempatkan seluruh muatan satelitnya ke orbit," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin. Kegagalan utama dalam misi peluncuran satelit sering kali terjadi karena proses pembakaran roket pada setiap tingkat yang tidak berlangsung sempurna atau kegagalan dalam menempatkan satelit di orbit.

Lega



Karena itu, sesaat setelah semua satelit dilepas ke orbit, tepuk tangan pun bergema di pusat pengendalian misi peluncuran roket PSLV C-30 di Sriharikotta. Para perekayasa ISRO pun saling berjabat tangan dan tersenyum lebar. Hilang sudah wajah-wajah tegang para perekayasa dan tamu undangan, termasuk sejumlah pejabat Lapan, yang tampak sebelum dan selama peluncuran roket berlangsung.

Suasana serupa juga terjadi di Balai Pertemuan Dirgantara Lapan. Tepuk tangan para peneliti, perekayasa, dan staf Lapan beserta tamu undangan itu mengakhiri masa penantian panjang peluncuran satelit Lapan A2/Orari.

Satelit pertama yang murni didesain dan dibuat perekayasa Indonesia menggunakan alat produksi dan fasilitas uji yang juga ada di Indonesia itu sebenarnya siap diluncurkan tahun 2012. Namun, karena satelit utamanya, Astrosat, mengalami masalah, proses peluncuran pun ditunda hingga tiga tahun.

Satelit Lapan A2/Orari dilengkapi beberapa instrumen utama dengan sejumlah fungsi. Instrumen tersebut antara lain kamera digital dan kamera video analog dengan resolusi 4-5 meter yang bisa digunakan untuk pengambilan citra Bumi. Data yang diperoleh bisa digunakan untuk pemetaan perubahan tata guna lahan atau pemotretan daerah bencana untuk keperluan mitigasi bencana.

Instrumen lain adalah Automatic Identification System (AIS) yang bisa dimanfaatkan untuk memantau lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, serta eksplorasi sumber daya kelautan dan perikanan. Ada pula instrumen Automatic Packet Relay System (APRS) yang berguna dalam komunikasi radio amatir khususnya di daerah bencana serta penandaan pulau-pulau terluar untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia.

"Bagi peneliti Lapan, keberhasilan penempatan satelit Lapan A2/Orari ke orbit merupakan lompatan untuk menguasai teknologi satelit secara penuh dan mandiri. Adapun bagi bangsa Indonesia, keberhasilan ini membangun kepercayaan diri dan kebanggaan nasional bahwa Indonesia mampu membuat satelit," kata Thomas.

Sumber: http://print.kompas.com/baca/2015/09/28/Satelit-Lapan-A2-Orari-Mencapai-Orbit








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL