Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Luncurkan Satelit yang Bisa Deteksi Kapal hingga Ukuran 6 Meter
Penulis : Adi Marsiela/FAB • Media : Beritasatu.com • 30 Sep 2015 • Dibaca : 34757 x ,

Bandung - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meluncurkan satelit Lapan-A2/Lapan-ORARI, yang mengangkasa bersama satelit India, Astrosat, Senin (28/9), pukul 11.30 WIB.

Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lapan, Halimurrahman mengatakan, satelit yang sudah dikirimkan ke India sejak 3 September 2015 itu merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya dikembangkan peneliti dan perekayasa Lapan.

“Sebelumnya, ada satelit A1, yang dikembangkan di Jerman, sementara yang ini dikembangkan di Bogor,” kata Halimurrahman usai menyaksikan video streaming peluncuran Astrosat di Bandung, Senin (28/9).

Halimurrahman menjelaskan, dalam waktu 23 menit setelah peluncuran, satelit Astrosat akan mengalami separasi atau berpisah dengan roket peluncur yang membawanya. Sekitar 30 detik kemudian, Lapan A2 akan mengalami separasi.

Seluruh kegiatan perancangan, pembuatan, dan pengujian Lapan-A2 selesai pada Agustus 2012. Keberhasilan pembangunan satelit tersebut membangkitkan kepercayaan diri dan kemandirian bangsa.

Sebelumnya, Lapan berhasil membangun satelit Lapan-A1/ Lapan-TUBSAT, hasil kerja sama dengan TU Berlin, Jerman. Lapan-A1 telah diluncurkan pada 2007, yang saat ini masih berada di orbit, pada ketinggian 630 kilometer (km), namun masa operasionalnya telah berakhir pada 2013.

Satelit terbaru Lapan, ungkap Halimurrahman, memiliki misi pemantauan wilayah Indonesia.

“Satelit ini membawa kamera video analog yang bisa memperlihatkan benda atau barang dengan ukuran 6 meter (m). Jadi, kapal yang ukurannya lebih dari 6 m bisa terpantau lewat satelit ini,” ungkapnya, sembari menambahkan bahwa satelit itu berbobot 78 kilogram (kg), dengan dimensi 500 x 470 x 380 milimeter (mm).

Satelit itu bisa mengindetifikasi kapal laut berkapasitas 30 gross ton, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan serta mendukung komunikasi radio amatir.

“Komunikasi ini sangat berguna apabila terjadi bencana. Satelit dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS). Teknologi ini dapat mendeteksi ribuan kapal dengan cakupan area pengamatan mencapai ribuan km” imbuh Halimurrahman.

Lapan-A2 mengorbit dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 km dari permukaan Bumi. Dengan orbit dekat ekuatorial, Lapan-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari, dengan periode orbit 100 menit. Dengan demikian, satelit ini dapat mendukung pemantauan wilayah Nusantara dari luar angkasa. Satelit tersebut akan bergerak di cakupan enam derajat Lintang Selatan hingga enam derajat Lintang Utara.

Dalam berkomunikasi dengan stasiun bumi, Lapan-A2 menggunakan frekuensi UHF dan S-Band.

Sinyal pertama Lapan-A2 akan diterima oleh satelit Bumi Lapan di Rancabungur Bogor pada 28 September 2015, pukul 13.18 - 13.32 WIB. Data pertama yang akan diterima oleh Lapan-A2 yaitu Power Control Unit Telemetry. Data tersebut terdiri dari informasi mengenai konsumsi daya listrik tiap komponen satelit, data sensor matahari pada enam sisi satelit, temperature tiap komponen satelit, dan timer sejak satelit mengalami separasi.

Pembangunan Lapan-A2 ini merupakan upaya Indonesia melalui Lapan untuk dapat menguasai teknologi satelit secara mandiri. Selanjutnya, Lapan juga sedang menyiapkan peluncuran satelit generasi berikutnya, Lapan-A3, yang akan memiliki fitur dan misi yang lebih baik dari Lapan-A2.

Di masa depan, Lapan juga sedang menyiapkan diri untuk membangun satelit-satelit operasional melalui konsorsium nasional.

Sumber: http://www.beritasatu.com/sains/310505-lapan-luncurkan-satelit-yang-bisa-deteksi-kapal-hingga-ukuran-6-meter.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL