Kompetensi Utama

Layanan


Polusi Cahaya, Observatorium Bosscha Tak Layak Lagi
Penulis : Siti Sarifah Alia, Mitra Angelia • Media : Viva.co.id • 08 Oct 2015 • Dibaca : 13612 x ,

VIVA.co.id - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan memindahkan observatorium dari Bandung ke Kupang, NTT. Bosscha dianggap sudah tak layak lagi digunakan sebagai observatorium nasional.

Rencana pembangunan observatorium nasional tersebut didasari bahwa observatorium di Lembang, Jawa Barat sudah tidak ideal karena pertumbuhan penduduk dan permukiman di sekitarnya.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa ada dua alasan yang diperlukan untuk mengembangkan atau memasang teleskop optik yang dimanfaatkan untuk penelitian observatorium. Dijelaskan, pertama yaitu terkait kondisi kecerahan langit dan kedua terkait gangguan polusi cahaya.

“Di Bandung, dari segi polusi cahaya sudah sangat parah. Teman-teman dari ITB melakukan survei ke berbagai lokasi di Indonesia, yang akhirnya pilihan jatuh ke sebuah wilayah di NTT,” ujar Thomas usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang di kantor Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 7 Oktober 2015.

Kawasan di sekitaran Gunung Tamau, Kupang, NTT, disebut Thomas, sebagai tempat lokasi observatorium yang baru. Ditengarai, Kupang termasuk wilayah dengan kecerahan tertinggi di Indonesia. Wilayah tersebut juga relaif jauh dari penduduk, sehingga polusi cahaya minimal sekali.

"Syarat untuk lokasi peneropongan bintang yaitu wilayahnya bebas awan dan tidak banyak polusi suara, udara, dan cahaya. Kupang mempunyai cuaca wilayah kering dan langit cerah tanpa polusi cahaya, sehingga cocok untuk pembangunan observatorium," kata Thomas.

Dipaparkan Thomas, observatorium nasional di Kupang nantinya akan menjadi jaringan pengamatan antariksa dan menjadi pusat penelitian langit selatan yang sangat penting.

Bosscha Tetap Dipertahankan

Kendati sudah dialihfungsikan ke Kupang, NTT, Thomas menyatakan bahwa Bosscha di Lembang, Bandung, akan tetap dimanfaatkan untuk observatorium penelitian.

“Saya kira tetap dilakukan, karena Observatorium Bosscha itu milik ITB. Beberapa penelitian yang tidak membutuhkan langit, betul-betul gelap, untuk objek-objek yang terang, Observatorium Bosscha masih bisa dipakai untuk penelitian itu,” ujar Thomas. (art)

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/684037-polusi-cahaya--observatorium-bosscha-tak-layak-lagi-persib








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL