Kompetensi Utama

Layanan


Hotspot Belum Tentu Kejadian Kebakaran
Penulis : Setiyo Bardono • Media : Kompasiana.com • 27 Oct 2015 • Dibaca : 27172 x ,

Maraknya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, mengakibatkan kita akrab dengan istilah hotspot yang diartikan sebagai titik api. Awalnya saya menganggap titik api sebagai jumlah kejadian kebakaran lahan/hutan yang terjadi di suatu wilayah.

Padahal, hotspot yang dideteksi Satelit NOAA dan dan Terra/Aqua MODIS adalah titik panas. Hotspot merupakan suatu area yang memiliki suhu relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sekitarnya yang dapat deteksi oleh satelit. Area tersebut direpresentasikan dalam suatu titik berkoordinat tertentu.

Hotspot dalam jumlah banyak dan menggerombol memang menunjukkan adanya kejadian kebakaran lahan/hutan di suatu wilayah. Namun secara ilmiah, masih banyak kesalahan-kesalahan yang perlu diperhatikan.

Hasil penelitian Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menunjukkan bahwa error horizontal hotspot adalah sekitar 1 - 2 km dari koordinat ditunjukkan. Jadi jika melihat keakuratan data hotspot perlu dilihat dalam rentang radius 1 - 2 km.

Hal ini disebabkan karena resolusi spasial baik Satelit NOAA maupun Terra/Aqua MODIS adalah 1 km x 1 km di bagian tengah citra yang dihasilkannya. Untuk wilayah pinggir, resolusi spasialnya bisa 2 km x 2 km, sehingga kesalahan bisa mencapai maksimal 2 km. Koordinat titik panas/hotspot adalah titik tengah dari piksel citra satelit.

Selain itu jumlah hotspot bukan merupakan jumlah kejadian kebakaran lahan/hutan di lapangan. Dua kejadian kebakaran dalam radius 500 m dapat dideteksi sebagai satu hotspot. Kejadian kebakaran lahan/hutan yang sangat besar dapat dideteksi lebih dari 2 hotspot. Bahkan satu kebakaran kecil namun panasnya sangat tinggi dapat menghasilkan lebih dari 2 hotspot

Hotspot juga tidak dapat dikonversi menjadi luas kebakaran lahan/hutan. Jika hal ini dipaksakan maka kesalahan yang terjadi sangat besar. Sebaiknya untuk menghitung luas kebakaran lahan/hutan digunakan data satelit dengan resolusi lebih tinggi seperti Landsat atau SPOT.

Semoga informasi ini bermanfaat dan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia segera dapat diatasi.

Sumber :
http://www.kompasiana.com/setiakata/hotspot-belum-tentu-kejadian-kebakaran_562ef4017293734e051cee5d








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL