Kompetensi Utama

Layanan


Lokasi Jatuhnya Benda Angkasa di Bengkulu Ditemukan, Hanya Ada Sisa Bakaran
Penulis : Salmah Muslimah • Media : detiknews • 28 Oct 2015 • Dibaca : 8621 x ,

Jakarta - Polisi dan TNI menyisir lokasi diduga jatuhnya benda angkasa di sekitar hutan Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingin, Kepahiang, Bengkulu. Lokasinya sudah ditemukan namun hasilnya tidak ada benda mencurigakan, hanya ada sisa bakaran.

"Pas ada kabar suara dentuman benda jatuh di hutan, anggota saya langsung ke lokasi. Cuma ada kebakaran kebun saja tapi nggak tahu karena apa. Pagi di cek lagi tadi pagi nggak ada apa-apa juga," ucap Kapolres Kepahiang AKBP Iskandar ZA saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (28/10/2015).

Menurut Iskandar lokasi tersebut adalah kebun kopi warga, bukan hutan gambut. Sehingga bila terjadi kebakaran tidak cepat menyebar.

"Ada bekas bakaran saja. Kalau soal batu-batu, kan di kebun banyak batu. Jadi kami tidak tahu apakah batu yang bekas kena kebakaran itu meteroit apa bukan," jelas Iskandar.

Iskandar mengatakan berdasarkan keterangan warga, mereka hanya mendengar suara dentuman tetapi tidak melihat kilatan cahaya dari langit.

"Kita dapat laporannya kan ada suara dentuman, takutnya ada pesawat jatuh atau apa. Makanya dicek, tapi ternyata nggak ada yang aneh-aneh," katanya.

Menurutnya Polisi dan TNI sudah tidak melanjutkan penyelidikan ini. Sebab tidak ada benda aneh ataupun pesawat jatuh di sana.

"Tidak ada yang perlu diurus lagi," ucap Iskandar.

Dihubungi terpisah Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan sudah mendapat laporan soal ini. Namun dari pantauan Lapan tidak ada benda antariksa yang jatuh di Bengkulu kemarin saat warga Bengkulu mendengar dentuman. Menurutnya jika memang ada warga yang mendegar dentuman kemungkinan itu meteorit, namun hal itu baru dugaan saja belum bisa dipastikan sampai benda yang dimaksud ditemukan.

"Kalau memang benar meteorit, itu tidak berbahaya dan tidak ada dampak apapun. Jadi Lapan tidak ke sana (Bengkulu), tapi kalau ketemu objeknya tim akan ke sana untuk melakukan penelitian," katanya.

Selain itu meteorit itu menurut Thomas tidak memberikan efek panas dan tidak ada bekas hitam. "Panas itu ketika masih di atmosfer terbakar, kemudian mengalami proses pendingin sejak jarak 30 km dari bumi," jelasnya.

Soal kilatan cahaya Thomas mengatakan mata manusia bisa melihat cahaya saat jarak benda 80 km dari bumi, saat meteor terbakar di atmosfer. Setelah meteor terbakar dan masuk ke atmosfer bumi maka akan menyisakan serpihan yang disebut meteorit.

"Kalau ukurannya besar bisa kelihatan seperti bola api, tapi di jarak 30 km mulai pendinginan dan sudah tidak kelihatan kilatannya," ucapnya.

Sebelumnya Kepala Seksi Intel Kodim Rejang Lebong, Kapten Botani, mengatakan pihaknya menyisir kawasan hutan di sekitar Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi. Titik pencarian di hutan yang berjarak 10 km dari permukiman terdekat. Pencarian dilakuan berawal dari laporan warga ke Polsek Sindang. Disebut-sebut ada benda bercahaya jatuh dari langit disertai dentuman pada Senin (26/10). Khawatir benda yang jatuh merupakan pesawat, polisi dan TNI langsung bergerak. Namun ternyata tak ada apa-apa di lokasi tersebut.

Salah seorang warga melaporkan, dia sempat melihat benda asing seperti meteor jatuh ke bumi. Namun tak sempat merekam.

"Jatuhnya dari arah langit turun ke bumi. Seperti meteor. Sebelum sempat saya rekam dengan kamera apinya padam," kata Vilyan Alfaqih, warga Lebong Selatan.

Desa Pelalo terletak 25 kilometer dari Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Kabupaten ini berjarak 80 kilometer dari Kota Bengkulu.

Sumber :
https://news.detik.com/berita/3055381/lokasi-jatuhnya-benda-angkasa-di-bengkulu-ditemukan-ada-sisa-bakaran








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL