Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Bentuk Citra Satelit Penginderaann Jauh
Penulis : Melati Yuniasari Fauziyah • Media : Mediaindonesia.com • 30 Oct 2015 • Dibaca : 33073 x ,

LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bantu Presiden Joko Widodo wujudkan nawacita. Sebagaimana yang tertuang dalam nawacita, Jokowi ingin mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

Guna mewujudkan misi presiden tersebut, Lapan tentunya membutuhkan data-data sehingga mampu memantau seluruh wilayah Indonesia secara efisien, efektif, dan akurat. Data yang dimaksud ialah citra satelit penginderaan jauh. Nantinya, data ini dapat digunakan untuk memantau ruang wilayah, pertanian, kehutanan, maritim, pemetaan, dan mitigasi bencana.

Karena itu, Indonesia membutuhkan peta dasar sebagai referensi dan peta berskala besar. Data citra resolusi tinggi ini diharapkan dapat semakin mendekatkan kepada tujuan serta misi yang akan dilakukan; untuk mendukung nawacita secara luas dan menguatkan desa dan daerah pinggiran lainnya.

Tidak bekerja sendiri, Lapan menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mengejar ketertinggalan dalam hal penyediaan peta-peta skala tinggi. Ketua Lapan Thomas Djamaluddin mengakui, berdasarkan dengan UU No. 21 Tahun 2013, Lapan memiliki kewajiban dalam hal pengadaan citra. Sedangkan terkait dengan pembuatan peta adalah kewajiban dari BIG.

"Sesuai UU No. 21 Tahun 2013, pengadaan citra adalah kewajiban Lapan, sedangkan pembuatan peta adalah kewajiban BIG," ujarnya dalam Forum Group Discussion di Hotel Best Western Premiere The Hive, Jakarta Timur, Jumat (30/10).

Dengan peta berskala tinggi, maka perencanaan dapat dilakukan secara detail. Priyadi Kardono, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) menyatakan, untuk mewujudkan tekad Jokowi membangun daerah pinggiran dan desa, maka BIG harus menyiapkan peta dasarnya terlebih dahulu. "BIG harus menyiapkan peta dasarnya, karena Jokowi ingin membangun daerah pinggiran dan desa," ujar Priyadi.

Hingga saat ini BIG masih menyiapkan peta berresolusi tinggi, yakni skala 1:5000. Ke depannya diharapkan peta berskala 1:1000 dapat segera disiapkan dan digunakan. "Akhir tahun ini, bulan Desember nanti, peta berskala tinggi ini diharapakan selesai," lanjutnya. Ia pun mengungkapkan bahwa tidak semua wilayah butuh resolusi tinggi, misalnya seperti puncak gunung.

Pada wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, satelit belum sepenuhnya ada. Karena wilayah-wilayah ini seringkali tertutup oleh awan. Untuk mengatasi hal ini, UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau pesawat tanpa awak akan digunakan. Tujuannya agar dapat memperoleh citra hingga 90cm2.

Ketika satelit penginderaan jauh ini sudah dapat digunakan, Lapan akan membagikan layanannya ini kepada semua kementerian, lembaga, dan daerah. "Lapan harus bisa membagikan layanan ke semua kementerian, lembaga, dan daerah," kata Thomas.

Namun, dalam prosesnya ini, Thomas mengaku bahwa dana belum sepenuhnya di Lapan, masih tersebar di beberapa kementerian dan lembaga, sehingga prosesnya sedikit terhambat. "Dana belum sepenuhnya di Lapan, masih tersebar di beberapa kementerian. Prosesnya terkendala oleh administratif," ungkapnya. (Q-1)

Sumber :
http://www.mediaindonesia.com/misore/read/4192/Lapan-Bentuk-Citra-Satelit-Penginderaann-Jauh/2015/10/30








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL