Kompetensi Utama

Layanan


Penginderaan Jauh Berikan Informasi Perencanaan Kota untuk Antisipasi Bencana
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 03 Nov 2015 • Dibaca : 31237 x ,

Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana memaparkan mengenai pemanfaatan penginderaan jauh untuk perencanaan kota.

Data satelit penginderaan jauh bisa menjadi bahan masukan untuk menganalisis adaptasi perubahan iklim dalam perencanaan spasial perkotaan. Data tersebut kemudian diintegrasikan dengan data lainnya seperti populasi, serta kondisi sosial dan ekonomi untuk memperkirakan risiko perubahan iklim. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana LAPAN, Parwati Sofan, saat menjadi pembicara dalam Training of Trainers on Urban Climate Change Adaptation in South East Asia di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/11).

Ia melanjutkan, penginderaan jauh dapat mengidentifikasi atau memberikan informasi mengenai permukaan bumi. Contohnya yaitu untuk mengidentifikasi air yang jernih, air yang keruh, tanah terbuka, dan jenis vegetasi yang ada di permukaan bumi. Pemantauan wilayah menggunakan penginderaan jauh memiliki berbagai kelebihan yaitu mampu meliput area yang luas. Selain itu juga, penginderaan jauh mampu merekam suatu daerah secara berulang-ulang sehingga dapat diketahui adanya perubahan, misalnya perubahan luas mangrove. Keuntungan berikutnya yaitu biaya yang murah.

Terdapat beberapa resolusi data penginderaan jauh yang dapat digunakan yaitu rendah, menengah, dan tinggi. Masing-masing resolusi memiliki kelebihan dan manfaat dalam penyusunan perencanaan. Satelit beresolusi lima kilometer dapat digunakan untuk pengamatan cuaca. Satelit beresolusi satu kilometer dapat digunakan untuk memantau suatu pulau besar, satelit beresolusi 20 meter dapat melihat permukaan bumi secara lebih detail. Satelit beresolusi tinggi seperti 1,5 meter sangat berguna misalnya untuk memantau perkembangan area perumahan.

Terkait mitigasi bencana, penginderaan jauh dapat memberikan data untuk upaya mengantisipasi dampaknya bagi manusia dan lingkungan. Antisipasi tersebut termasuk untuk bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim seperti bencana hidrometeorologis misalnya banjir, siklon tropis, kekeringan, dan badai.

Parwati berbagi pengalaman mengenai mitigasi bencana yang telah dilaksanakan LAPAN. Ia mengatakan bahwa LAPAN mengembangkan sistem peringatan dini untuk memantau kondisi awan yang diperbarui setiap 30 menit. Dari sistem tersebut, dapat diketahui adanya potensi hujan besar sehingga prediksi banjir bisa dilakukan setiap jam. Kemudian, LAPAN juga menganalisis meteorological drought per bulan, sehingga akan terpantau adanya kekeringan ekstrem.

Ia melanjutkan, LAPAN juga memantau pengaruh bencana terhadap pertanian. Hal ini untuk mendukung program ketahanan pangan. Berdasarkan data satelit, LAPAN memberikan informasi mengenai indeks kesehatan vegetasi bulanan. Informasi ini diperlukan untuk melihat tanaman yang terpengaruh dengan kekeringan. Untuk memantau kebakaran hutan, LAPAN memiliki sistem fire danger rating system (pemeringkatan bahaya kebakaran). Sistem ini dapat memantau kelembaban, curah hujan, dan temperatur di berbagai wilayah Indonesia.

Data penginderaan jauh juga digunakan untuk memetakan bencana banjir. Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi, penggunaan lahan, kelerengan, bentuk tanah, dan kemiringan tanah. Berdasarkan data penginderaan jauh, kemudian juga dapat dibuat simulasi banjir sehingga dapat diprediksi wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami bencana ini.

Untuk perencanaan perkotaan, Parwati menjelaskan, data penginderaan jauh dapat memetakan ruang hijau, menghitung jumlah vegetasi dan luas wilayah yang terbangun, kawasan perairan. Selain itu, data penginderaan jauh juga dapat merekam perubahan area hijau dari tahun ke tahun guna perencanaan spasial perkotaan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL