Kompetensi Utama

Layanan


Satelit Lapan A2 yang Diluncurkan Akhir September Berfungsi Baik
Penulis : M. Zaid Wahyudi • Media : print.kompas.com • 24 Nov 2015 • Dibaca : 29230 x ,

JAKARTA, KOMPAS — Sejak diluncurkan 28 September, berbagai komponen dan muatan di Satelit Lapan A2/Orari berfungsi dengan baik. Meski berbagai hasil instrumen itu masih harus disempurnakan dengan mengatur letak satelit yang tepat, masa kritis satelit agar tidak hilang dan mengalami kegagalan misi sudah terlewati.

Para perekayasa  dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan pengecekan akhir Satelit Lapan A2/Orari di Pusat Teknologi Satelit Lapan, Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/9). Satelit Lapan A2/Orari merupakan satelit pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibuat ahli-ahli Lapan memakai fasilitas produksi dan fasilitas uji di Indonesia.  Satelit  ini diluncurkan  28 September dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India.
Para perekayasa dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan pengecekan akhir Satelit Lapan A2/Orari di Pusat Teknologi Satelit Lapan, Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/9). Satelit Lapan A2/Orari merupakan satelit pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibuat ahli-ahli Lapan memakai fasilitas produksi dan fasilitas uji di Indonesia. Satelit ini diluncurkan 28 September dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India.


Masa kritis satelit disebut fase peluncuran dan awal di orbit (launch and early orbit phase/LEOP) atau uji di orbit (in orbit test/IOT). Masa ini dimulai sejak satelit dilepaskan dari roket pembawa muatan hingga ada kepastian semua komponen dan instrumen satelit berfungsi baik.

Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Chusnul Tri Judianto di Jakarta, Senin (23/11), mengatakan, masa kritis satelit tersebut sekitar satu bulan sejak diluncurkan. Selama masa itu, tim peneliti Lapan berusaha melacak keberadaan satelit, menentukan orbit satelit, menguji kinerja tiap komponen satelit di orbit, menguji muatan satelit, hingga mengendalikan sikap satelit.

"Ini adalah operasi satelit pertama yang dilakukan secara mandiri di Indonesia," katanya. Pengendalian satelit dilakukan oleh Pusat Pengendalian Satelit Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, dan Stasiun Bumi Biak, Papua.

Selain itu, satelit Lapan A2/Orari juga satelit pertama yang dirancang, dibuat, dan diuji oleh para perekayasa Indonesia. Selain itu, proses produksi dan ujinya dilakukan dengan menggunakan fasilitas produksi dan fasilitas uji yang juga ada di Indonesia.

Dari tes awal yang dilakukan peneliti Lapan, satelit mampu menerima dan memproses perintah dari Bumi. Sistem radio dan komputer satelit juga berfungsi baik. Sementara baterai dan panel surya di satelit yang menunjukkan indikator kesehatan satelit juga mampu bekerja optimal.

Orbit ekuatorial

Tamu undangan  di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jakarta, menonton proses peluncuran satelit Lapan-A2/Orari melalui layar lebar yang menyiarkan secara langsung dari India, Senin (28/9) pukul 11.30 WIB. Lapan A2/Orari merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya merupakan hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa Lapan. Saat ini,  masa kritis sudah terlewati dan berbagai komponen serta muatan di Satelit Lapan A2/Orari berfungsi dengan baik.
Tamu undangan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jakarta, menonton proses peluncuran satelit Lapan-A2/Orari melalui layar lebar yang menyiarkan secara langsung dari India, Senin (28/9) pukul 11.30 WIB. Lapan A2/Orari merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya merupakan hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa Lapan. Saat ini, masa kritis sudah terlewati dan berbagai komponen serta muatan di Satelit Lapan A2/Orari berfungsi dengan baik.


Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, satelit Lapan A2/Orari merupakan satelit Indonesia pertama dengan orbit ekuatorial. Satelit ini melintasi daerah sekitar khatulistiwa Bumi dengan kecepatan 7,5 kilometer per detik. Itu berarti, satelit melintasi wilayah Indonesia sebanyak 14 kali dalam 24 jam atau melintasi Indonesia setiap 97,7 menit sekali selama 20 menit.

Satelit yang diluncurkan dari Bandar Antariksa Satish Dhawan, Sriharikotta, India, menggunakan roket peluncur PSLV C-30 itu dibuat dengan tiga misi utama, yaitu komunikasi radio amatir, pengamatan rupa Bumi, serta pemantauan kapal laut. Sekitar 80 persen fungsi satelit digunakan untuk penelitian dan hanya 20 persen fungsi yang bersifat operasional.

Sistem komunikasi amatir adalah fungsi satelit yang paling mudah diuji dibandingkan fungsi-fungsi yang lain. Anggota Bidang Teknik Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Dirgantara, Rahadian, menambahkan, 15 menit setelah satelit dilepaskan ke orbit, sistem komunikasi radio amatir sudah bisa berfungsi. Sinyal itu bisa ditangkap hingga ke sejumlah negara tetangga, seperti India, Tiongkok, Malaysia, Thailand, dan Australia.

Untuk pengamatan Rupa Bumi, pengaturan fokus kamera sudah dilakukan. Pengambilan citra dengan kamera analog baru bisa dilakukan pada minggu kedua setelah peluncuran. Kamera digital juga sudah berfungsi, tetapi hasilnya masih belum optimal karena sikap satelit masih belum dipahami secara sempurna.

Sementara itu, pemantauan pergerakan kapal laut menggunakan automatic identification system (AIS) juga sudah bisa dilakukan. Dalam satu hari, satelit mampu menerima 2,4 juta pesan posisi pergerakan kapal-kapal di wilayah khatulistiwa, bukan hanya di Indonesia.

Namun, besarnya data yang bisa diterima membutuhkan kemampuan ekstraksi dan pengolahan data yang cepat. Kemampuan mengekstraksi data yang diperoleh itulah yang hingga kini terus diperbaiki agar memori di satelit tidak penuh dan data bisa dimanfaatkan secara optimal.

Sumber :
http://print.kompas.com/baca/2015/11/23/Satelit-Lapan-A2-yang-Diluncurkan-Akhir-September








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL