Kompetensi Utama

Layanan


APRSAF ke-22: Negara-negara Asia-Pasifik Bahas Pentingya Edukasi Keantariksaan
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Addie • 01 Dec 2015 • Dibaca : 35485 x ,

Foto bersama partisipan SEWG.

Negara-negara Asia-Pasifik sepakat bahwa edukasi keantariksaan sangat penting bagi generasi muda. Hal tersebut tercermin dalam pembahasan Space Education Working Group (SEWG) dalam pertemuan Asia Pacific Regional Space Agency Forum (forum lembaga antariksa se-Asia Pasifik) ke-22. Pertemuan berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali, Selasa (1/12).

Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat LAPAN selaku Co-Chairs SEWG, Agus Hidayat, mengatakan bahwa forum ini merupakan sarana untuk berbagi informasi dan pengetahuan mengenai edukasi keantariksaan. Melalui forum ini, diharapkan para peserta dapat memberoleh ide baru dalam mengembangkan program edukasi keantariksaan di negaranya masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, LAPAN mempresentasikan mengenai aktivitas terkait edukasi keantariksaan di LAPAN. Perwakilan dari humas LAPAN, Mega Mardita, dalam presentasinya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki beragam program yaitu pameran, kompetisi, kunjungan edukasi ke fasilitas penelitian sains dan teknologi penerbangan dan antariksa, open house, sosialisasi, talkshow, festival sains antariksa, pelatihan bagi guru, star party, pemanfaatan media sosial, dan bekerja sama dengan taman hiburan.

Kompetisi yang telah dilakukan LAPAN yaitu Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat). Seluruh kompetisi tersebut ditujukan untuk mahasiswa.

Komurindo memiliki dua kategori yaitu muatan dan Electric Ducted Fan (EDF). Peneliti LAPAN, Dr. Arif Nur Hakim, mengatakan bahwa dalam kategori muatan, mahasiswa diwajibkan untuk membangun muatan roket yang akan diluncurkan dengan menggunakan roket LAPAN. Sementara itu, di kategori berikutnya, mahasiswa wajib membuat roket EDF tersebut.

Kombat merupakan kompetisi membuat muatan untuk penelitian atmosfer. Muatan tersebut dibawa ke angkasa dengan menggunakan balon atmosfer. Kepala Bidang Teknologi Atmosfer LAPAN, Laras Tursilowati, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan mengenai atmosfer kepada mahasiswa. Kegiatan ini juga untuk mendorong mereka mempelajari teknologi satelit.

Seluruh kegiatan edukasi keantariksaan yang diselenggarakan LAPAN tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Kegiatan tersebut sekaligus untuk mempersiapkan generasi muda yang akan menjadi pemangku kepentingan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Selain itu, edukasi keantariksaan juga dapat menjadi cara untuk memperoleh dukungan publik terhadap program-program keantariksaan.

Sementara itu, kompetisi bagi siswa SMP dan SD yaitu lomba roket air tingkat regional dan nasional serta lomba poster yang diselenggarakan oleh Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek). Menurut Kepala PP Iptek, Ari Hendrarto Saleh mengatakan bahwa edukasi keantariksaan seperti lomba-lomba ini dapat menumbuhkan integritas, etika kerja yang baik, dan kompetitif yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Pemenang lomba roket air tingkat nasional kemudian berhak mengikuti lomba roket air tingkat Asia-Pasifik. Dalam pertemuan ini, Kepala Bagian Humas LAPAN, Jasyanto, melaporkan mengenai penyelenggaraan kompetisi roket air tingkat Asia-Pasifik pada 28 hingga 29 November 2015. Dalam laporannya, ia mengatakan bahwa hanya terdapat beberapa peserta saja yang roketnya berhasil mencapai sasaran yang telah ditentukan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL