Kompetensi Utama

Layanan


APRSAF-22: Kolaborasi Internasional Penting untuk Meningkatkan Kapasitas SDM Negara Asia Pasifik
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 03 Dec 2015 • Dibaca : 26230 x ,

Peneliti LAPAN Heru Triharjanto (kanan) saat diskusi panel STWG APRSAF-22, Rabu (2/12).

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada berbagai disiplin ilmu sangat penting, khususnya pada disiplin ilmu pendukung teknologi satelit. Hal tersebut mengemuka dalam sesi diskusi panel kelompok kerja teknologi keantariksaan (STWG) APRSAF-22, pada Rabu (2/12) di Kuta, Bali. Peningkatan kapasitas tidak terbatas hanya pada alih teknologi saja, tetapi juga pada sisi manajemen, bisnis, dan kerja sama internasional. 

Dalam diskusi yang bertema “Capacity Building Efforts and Promoting Collaboration” ini, Peneliti LAPAN Heru Triharjanto menjadi panelis bersama dengan perwakilan dari Kyushu Institute of Technology (KYUTEC) Jepang, Universitas Wakayama Jepang dan perwakilan delegasi Vietnam. Mereka sepakat menyampaikan urgensi kolaborasi internasional berdasarkan pengalaman di negara masing-masing.

Menurut Heru, kolaborasi internasional di bidang satelit telah membawa kemajuan bagi LAPAN. Seperti pada proses pembuatan satelit LAPAN-A1 beberapa tahun lalu, LAPAN berbagi ilmu pengetahuan dengan Technische Universiteit (TU) Berlin. LAPAN mengirimkan peneliti ke TU Berlin untuk mendapatkan pelatihan terkait teknologi bus satelit selama hampir 18 bulan. Namun karena sifatnya pelatihan, sepulang dari Berlin para peneliti LAPAN tidak menyandang gelar akademis. 

Heru berharap, ada tindaklanjut kerja sama dalam penyediaan beasiswa untuk gelar akademis bagi semua negara Asia Pasifik setelah diskusi panel STWG tersebut. Ia menambahkan, LAPAN juga telah bekerja sama dengan Universitas Chiba, Jepang, dalam pembuatan muatan satelit. “Kerja sama dengan Chiba kami harap tidak sekadar pelatihan, tetapi juga bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan gelar akademis bagi peneliti LAPAN,” ujar Heru. Apabila memungkinkan, menimbang minimnya kuantitas SDM di LAPAN, Heru berharap ada skema beasiswa yang tidak mewajibkan pesertanya untuk sepenuhnya meninggalkan kantor. 

Di dalam negeri, Heru menjelaskan, LAPAN juga telah memulai proses edukasi berbasis satelit melalui kerangka kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Menurut Heru, minat perguruan tinggi terhadap pengembangan iptek keantariksaan khususnya iptek satelit cukup tinggi. Hal ini terlihat dari perintisan kerja sama beberapa perguruan tinggi dengan LAPAN pada bidang pengembangan nano satelit. 

Dalam diskusi tersebut, delegasi dari Vietnam mengutarakan kendala yang dihadapi dalam pengembangan edukasi berbasis satelit di negaranya yaitu minimnya fasilitas pengujian teknologi satelit, staf pengajar dan dokumen pengajaran bidang iptek satelit. Kemudian, dalam diskusi mengemuka juga perihal standardisasi komponen-komponen pendukung satelit. Tanggapan beragam datang dari beberapa peserta. Salah satu peserta memberi masukan mengenai program edukasi entrepreneurship sebagai pendukung edukasi berbasis satelit. Peserta lainnya berharap untuk bisa menumbuhkan industri berbasis keantariksaan terlebih dahulu yang ditandai dengan kerja sama inkubator bisnis bagi para pebisnis pemula (start-up). 

Pada akhir diskusi, moderator dari Universitas Tokyo merangkum beberapa catatan terkait jalannya diskusi. Pertama mengenai kemungkinan pemanfaatan bersama roket peluncur satelit milik Jepang dan stasiun bumi milik Kyutec oleh negara lainnya. Kemudian mengenai pentingnya kerja sama pada bidang pendidikan, baik bagi masing-masing negara, maupun bagi antarnegara. 

Pada STWG, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN Dr. Rika Andiarti bersama dengan perwakilan Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) Yasuo Nakamura berperan sebagai Co-Chair STWG APRSAF-22.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL