Kompetensi Utama

Layanan


APRSAF-22: LAPAN Presentasikan Hasil Monitoring Hotspot 2015
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 03 Dec 2015 • Dibaca : 35731 x ,

Deputi Inderaja LAPAN Dr. Orbita Roswintiarti menyampaikan country report pada SAWG APRSAF-22. (Insert: foto bersama peserta SAWG)

Pada Rabu (2/12), dalam sesi aplikasi kehutanan kelompok kerja aplikasi keantariksaan (SAWG) APRSAF-22, LAPAN menyampaikan kegiatan riset dan monitoring terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia pada 2015. Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana LAPAN Parwati melaporkan kegiatan riset dan monitoring tersebut dimulai dari peringatan dini, tanggap darurat dan pasca bencana. Selain itu, Parwati menambahkan aspek diseminasi informasi dan koordinasi yang dilakukan secara nasional.

Saat kejadian kebakaran hutan dan lahan, LAPAN terus memantau dan memberikan informasi berbasis teknologi keantariksaan untuk membantu mengatasi kebakaran tersebut. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan kepada instansi terkait mulai dari tingkat pemerintah pusat, aparat keamanan hingga pemerintah daerah setempat. 

Seperti diketahui, selama periode Juni – Oktober 2015, luas area terdampak kebakaran hutan dan lahan mencapai lebih dari 2 juta hektar. Sebanyak lebih dari 600 ribu hektar diantaranya merupakan lahan gambut, sisanya lebih dari 1.4 juta hektar merupakan lahan nongambut. Area terdampak tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. 

Informasi tersebut didapatkan oleh LAPAN atas hasil analisis menggunakan citra dari berbagai satelit diantaranya satelit Terra Modis, Terra-Aqua-Modis, SNPP-VIIRS, Landsat-8, SPOT-5, SPOT-6, dan SPOT-7. Parwati juga menjelaskan tentang jaringan nasional dalam respon tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. Data yang diolah LAPAN dan instansi terkait lainnya kemudian disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk selanjutnya diambil langkah evakuasi masyarakat, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. 

Pentingnya Kerja Sama

Sehari sebelumnya, Selasa (1/12) Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN Dr. Orbita Roswintiarti menyampaikan country report pada SAWG APRSAF-22. Menurut Orbita, dalam rangka aplikasi teknologi keantariksaan LAPAN mendukung dan mendistribusikan data spasial kepada seluruh instansi pusat dan daerah termasuk TNI dan Polri. Hal tersebut tertuang dalam Undang Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Menurut Undang Undang tersebut, data yang diberikan LAPAN merupakan data berlisensi pemerintah Indonesia. Selain itu, menurut Undang Undang tersebut LAPAN perlu menetapkan regulasi terkait satelit penginderaan jauh dan stasiun bumi di Indonesia, regulasi metode standar pengolahan data penginderaan jauh serta tata cara aplikasi penginderaan jauh dan diseminasi informasi.

Mengakhiri laporannya, Orbita mengajak peserta SAWG APRSAF-22 untuk meningkatkan kerja sama operasional terkait aplikasi teknologi keantariksaan. “Kerja sama sangat diperlukan karena perkembangan teknologi keantariksaan sangat pesat,” kata Orbita.

Lalu, pada sesi aplikasi Pemantauan Lingkungan Kelautan, Kepala bidang Sumber daya Pesisir dan Laut LAPAN Syarif Budhiman menyampaikan presentasi mengenai aplikasi penginderaan jauh untuk monitoring mangrove, terumbu karang maupun kesesuaian lokasi untuk budidaya perikanan. Selain itu, Syarif juga menjelaskan parameter geobiofisik di laut yang dapat diekstrasi dari data satelit yaitu suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil, dan pemantauan pencemaran minyak di laut.

Selanjutnya, memasuki sesi aplikasi kebencanaan terkait kegiatan Sentinel Asia, Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN Dr. M. Rokhis Khomarudin menyampaikan tentang aplikasi penginderaan jauh terkait kebencanaan diantaranya erupsi gunung api, banjir dan kebakaran pada 2015. Ia juga menyampaikan kerjasama yang dilakukan sebagai Regional Support Office UN-SPIDER.

Bersama dengan Orbita, sesi SAWG APRSAF-22 ini juga dipimpin oleh perwakilan dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Norimasa Ito.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL