Kompetensi Utama

Layanan


Penutupan APRSAF-22: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Antariksa Beri Manfaat Bagi Kehidupan Manusia
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Addie • 05 Dec 2015 • Dibaca : 13895 x ,

Kepala LAPAN (kiri) dan Deputy Director General Research and Development Mext saat memimpin APRSAF ke-22.

Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) ke-22 resmi ditutup, Jumat (4/12). Pertemuan lembaga antariksa Asia Pasifik ini berlangsung pada 1 hingga 4 Desember 2015 di Kuta, Bali.

Di pertemuan ini, para peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam kerangka tema “Sharing Solutions through Synergy in Space.” Dengan adanya pertemuan tersebut, diharapkan dapat menggali lebih dalam mengenai kemungkinan pemanfaatan dan aplikasi teknologi antariksa untuk menciptakan berbagai solusi baru yang diperlukan negara-negara anggota.

General Co-Chair APRSAF-22 dari Jepang, Deputy Director General Research and Development Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology (MEXT) Akinori Mori, dalam pidato penutupan mengatakan bahwa APRSAF telah menghasilkan rekomendasi untuk kolaborasi antarnegara. Tujuannya yaitu pemanfaatan teknologi antariksa guna pembangunan ekonomi dan sosial.

Ia mengatakan bahwa pertemuan ini berperan untuk memperkuat pemanfaatan keantariksaan, teknologi keantariksaan, pemanfaatan lingkungan antariksa, serta edukasi keantariksaan. Mori juga menjelaskan bahwa pertemuan ini telah mendiskusikan mengenai pemanfaatan antariksa untuk kebutuhan kemaritiman dan eksplorasi luar angkasa.

Sementara itu, dalam acara penutupan ini, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, berharap bahwa tema APRSAF kali ini dapat terlaksana dengan baik. Thomas menjelaskan, ilmu pengetahauan dan teknologi keantariksaan dapat digunakan untuk memberikan solusi bagi berbagai aspek kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa juga dapat mendorong generasi muda untuk mempelajari sains dan memberikan solusi bagi permasalahan sekitar.

Ia juga berharap bahwa APRSAFbukan hanya dapat memberikan berbagai manfaat bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik melainkan juga bagi umat manusia.

APRSAF tahun ini diikuti 453 peserta dari 30 negara serta 10 organisasi internasional. Tema yang diusung tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama regional dalam mempromosikan pemanfaatan antariksa dan meningkatkan perkembangan teknologi antariksa.

Pertemuan ini antara lain menyepakati bahwa teknologi antariksa telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang-bidang prioritas mencakup pemantauan lingkungan, pengurangan risiko bencana, serta untuk pemantauan pertanian, kehutanan, dan kelautan.
Dalam pertemuan ini, disepakati pula pentingnya memastikan solusi-solusi yang dihasilkan, dapat diadopsi secara efektif melalui penguatan kerja sama antar peserta forum. Kerja sama tersebut, bukan hanya dengan lembaga-lembaga antariksa, melainkan juga dengan berbagai lembaga lainnya.

Kemudian, pertemuan ini juga mendorong pemanfaatan lingkungan antariksa, termasuk pemanfaatan platform stasiun luar angkasa, Kibo. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kapasitas manusia.

Pada hari terakhir APRSAF-22, dibahas mengenai kerja sama keantariksaan negara-negara kawasan Asia Pasifik serta laporan dari masing-masing working group. Terdapat empat working group yaitu Space Applications Working Group (SAWG), Space Technology Working Group (STWG), Space Environment Utilization Working Group (SEUWG), dan Space Education Working Group (SEWG).


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL