Kompetensi Utama

Layanan


Produksi Asli Indonesia : Pesawat N-219 Akhirnya Keluar Hanggar
Penulis : NN • Media : Koran-jakarta.com • 11 Dec 2015 • Dibaca : 9772 x ,

BANDUNG. - Pesawat N-219 akhirnya diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan roll out (keluar hanggar). Sedianya pesawat ini akan diberi nama oleh Presiden Joko Widodo namun batal karena kepala negara berhalangan hadir.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut B Panjaitan mengatakan, nama pesawat N-219 yang dibuat oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan PT Dirgantara Indonesia (DI) masih menunggu dari presiden. “Nama dari Pak Presiden, karena berhalangan hadir, namanya kita tunggu saja dari Bapak,” ujarnya usai menyaksikan N-219 roll out di Bandung, Kamis (10/12).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan Menkpolhukam Luhut B Panjaitan menyatakan jika Indonesia sedang mencari solusi untuk menyambungkan pulau-pulau di Indonesia, dan angkutan udara sebagai solusinya, terutama untuk daerah terpencil dan sulit dijangkau melalui jalur laut dan darat.

Presiden menegaskan pesawat N-219 merupakan produk asli Indonesia dan untuk Indonesia yang dibuat oleh PT DI. Presiden yakin jika rancang bangun N-219 merupakan pesawat yang paling tepat serta memiliki efesiensi dan harga yang bersaing dengan jenisnya.

“Saya meminta kepada Menteri Perhubungan agar terus berkoordinasi dengan PT DI untuk memastikan N-219 bisa beroperasi dengan baik dan aman. Ke depan industri ini juga harus bisa menghasilkan pesawat untuk kebutuhan dunia,” ujar presiden.

Kepala LAPAN Thomas Djamaludin menambahkan, pesawat N-219 merupakan momen kebangkitan kembali teknologi nasional, setelah sebelumnya pada tahun 2000, pesawat N-250 gagal terbang.

“N 250 adalah tonggak kebangkitan teknologi nasional, namun akhirnya gagal mengudara karena beberapa hal. Namun dengan N 219, kami tegaskan jika inilah momen kebangkitan kembali teknologi nasional setelah gagalnya N 250,” tegas dia.

Terbang Perdana

Ia mengatakan dengan roll out, menandakan jika produksi pesawat nasional sudah mulai bangkit. Ia menegaskan jika pada pertengahan tahun 2016, pesawat ini sudah bisa memulai terbang perdana, dan tahun 2017 awal, produksi masal pesawat bisa dilakukan oleh PT DI.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Aliyahbana mengatakan N-219 merupakan jenis pesawat yang dirancang bangun sepenuhnya oleh enginer penerbangan Indonesia yang berjumlah 150 orang. Selain itu konten lokal pada pesawat ini juga telah mencapai 40 persen. Ke depan, PT DI berencana meningkatkan konten lokal N-219 hingga 60 persen.

Ia yakin N 219 ini akan diminati oleh maskapai penerbangan nasional karena memiliki sejumlah nilai tambah, termasuk harga yang sangat bersaing. N 219 nantinya dijual seharga 5,2 juta dollar AS. Pesaing N 219 ini adalah Viking-Twin Otter 400 buatan Kanada dan RUAG-Dornier 228 dari Jerman. Masing-masing dijual seharga 7 juta dollar AS dan 9 juta dollar AS. Ketiganya memiliki kapasitas 19 orang penumpang.

“Minat sudah mencapai 150 unit. Yang sangat serius sudah ada dari dua perusahaan. Kita masih terus memasarkan pesawat ini, bahkan termasuk ke Thailand, Philipina dan Laos,” tuturnya.

Sumber :
http://www.koran-jakarta.com/?39953-pesawat n-219 akhirnya keluar hanggar








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL