Kompetensi Utama

Layanan


Ini Satu Satunya Kota Di Kaltim Yang Alami Gerhana Matahari Tahun Depan
Penulis : Rachmad Subiyanto • Media : Bisnis.com • 15 Dec 2015 • Dibaca : 16985 x ,



Bisnis.com, JAKARTA—Kota Balikpapan menjadi salah satu kota yang akan mengalami gerhana matahari total pada tahun depan.

Berdasarkan laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), fenomena itu diperkirakan terjadi selama 1 menit 9 detik pada sekitar pukul 08.30 Wita pada 9 Maret 2016. Balikpapan menjadi satu-satunya kota di Kaltim yang akan mengalami gerhana matahari total.

Selain Balikpapan, kota lain yang akan mengalami gerhana matahari total, yakni Palembang (dengan lama 1 menit 52 detik), Belitung (2 menit 10 detik), Luwuk (2 menit 50 detik), Sampit (2 menit 8 detik), Palu (2 menit 4 detik), Ternate (2 menit 39 detik), Bangka (2 menit 8 detik), Palangka Raya (2 menit 29 detik), Poso (2 menit 40 detik), serta Halmahera (1 menit 36 detik).

Selain pada daerah yang mengalami gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian juga bisa dinikmati di Padang (95,43 persen), Bandung (88,76 persen), Denpasar (76,53 persen), Kupang (65,49 persen), Surabaya (83,08 persen), Banjarmasin (98 persen), Manado (96,66 persen), Jakarta (88,76 persen), Pontianak (92,96 persen), Makassar (88,54 persen), serta Ambon (86,90 persen).

Gerhana matahari terjadi ketika piringan bulan menutupi sebagian atau seluruh piringan matahari dan penampakan gerhana bergantung pada jarak bulan, matahari dan posisi pengamatan. "Gerhana matahari total atau GMT hanya dapat diamati dari daerah yang dilintasi bayangan umbra matahari, sementara gerhana matahari sebagian (GMS) dapat dilihat dari beberapa daerah lain," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin.

Saat gerhana matahari total masyarakat di daerah yang dilewati bisa melihat ke arah timur pada pagi hari. Ketika matahari terbit gerhana pada fase total, matahari akan tertutup bulan dan matahari akan tampak gelap.

“Di sekitar matahari akan tampak korona yang beraneka warna seperti merah, hijau dan ini menjadi daya tarik. Gerhana matahari total tidak berbahaya sekalipun dilihat tanpa alat bantu,” katanya.

Namun perlu diwaspadai saat bulan sudah mulai bergeser, cahaya matahari yang kuat akan muncul, kalau tidak disadari dan terlalu fokus melihat bisa merusak pupil mata dan retina sehingga bisa mengalami kebutaan sementara atau jika melihatnya terlalu lama bisa membuat kebutaan permanen.

“Melihat gerhana matahari tetap harus hati-hati. Ketika matahari sudah tersibak harus hati-hati. Saat ini bisa memakai kacamata filter matahari,” ujarnya.

Sumber :
http://kalimantan.bisnis.com/read/20151215/407/501899/ini-satu-satunya-kota-di-kaltim-yang-alami-gerhana-matahari-tahun-depan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL