Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Ajak Berbagai Instansi Manfaatkan Hasil Litbang Penerbangan dan Antariksa
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 16 Dec 2015 • Dibaca : 43302 x ,

Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan umum memaparkan mengenai program utama LAPAN.

LAPAN memiliki berbagai program yang dapat bermanfaat bagi berbagai instansi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Christianus R. Dewanto, saat Rapat Koordinasi Kerja Sama Dalam Negeri Tingkat Pusat di Depok, Jawa Barat, Rabu (16/12).

Menurut Chris, rapat ini bertujuan untuk memperoleh masukan-masukan dan meningkatkan kerja sama antara LAPAN dengan berbagai instansi. Tujuannya yaitu agar hasil penelitian dan pengembangan (litbang) LAPAN dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kepentingan bangsa.

Apalagi, dengan adanya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan dan Inpres No. 6 Tahun 2012 tentang penginderaan jauh, LAPAN diamanatkan untuk memberikan layanan mengenai hasil litbangnya kepada masyarakat. Ia berharap, kerja sama yang terjalin dengan berbagai instansi dapat berjalan dan diimplementasikan dengan baik.

Dalam sambutannya, Chris mengatakan bahwa LAPAN memiliki tujuh program utama. Program tersebut yaitu pengembangan Decission Support System (DSS) berbasis antariksa, pengembangan DSS berbasis sains atmosfer, pengembangan teknologi roket sonda untuk menuju pengembangan Roket Pengorbit Satelit (RPS), pengembangan pesawat tanpa awak dan pesawat berpenumpang, pengembangan teknologi satelit mikro menuju terwujudnya satelit operasional, pengembangan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN), dan pengembangan pusat pemantauan bumi nasional.

Terkait dengan sains antariksa dan atmosfer, LAPAN melalukan pemantauan cuaca antariksa, sampah antariksa, prediksi frekuensi, dan pemantauan bencana berbasis sains antariksa dan atmosfer.

Di bidang penerbangan, LAPAN telah berhasil mengembangkan pesawat tanpa awak atau LAPAN Surveillance UAV (LSU) yang mampu terbang sejauh 340 kilometer. LSU ini dapat dimanfaatkan antara lain untuk kebutuhan manajemen perkebunan dan pemetaan wilayah tertentu.

Di bidang satelit, pada 28 September 2015, LAPAN telah mengorbitkan satelit LAPAN-A2. Satelit ini memiliki muatan Automatic Identification System (AIS) yang mampu mendeteksi kapal laut sehingga diharapkan dapat membantu dalam pencegahan illegal fishing. Di masa depan, LAPAN melalui konsorsium nasional berupaya membangun satelit operasional, misalnya satelit komunikasi.

Bukan hanya pengembangan satelit, LAPAN juga berupaya mewujudkan RPS secara mandiri untuk meluncurkan satelit berbobot 100 kilogram.

Di bidang penginderaan jauh, LAPAN memiliki fasilitas stasiun bumi penginderaan jauh yang mampu menerima data dengan berbagai resolusi yaitu rendah, menengah, dan tinggi. Selama ini data penginderaan jauh di LAPAN telah dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan, misalnya untuk pemantauan sumber daya wilayah darat, pesisir, dan laut, serta lingkungan dan mitigasi bencana.

Menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dr. Rokhis Komaruddin, LAPAN telah memiliki data penginderaan jauh seluruh wilayah Indonesia. Data tersebut seluruhnya bebas awan dapat untuk membuat citra dengan skala 1:50.000 . Seluruh data ini dapat diunduh dari katalog di website LAPAN dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Di masa depan, LAPAN juga akan melengkapi data beresolusi 1,5 meter untuk seluruh wilayah Indonesia.

Chris mencontohkan, salah satu pemanfaatan data penginderaan jauh yaitu untuk memantau fase pertumbuhan sawah dan lahan perkebunan serta analisis daerah banjir. Pemanfaatan lainnya yaitu untuk memberikan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) dan informasi pemeringkatan bahaya kebakaran atau wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran akibat adaya titik panas.
 
Informasi ZPPI juga dilengkapi dengan Sistem Embran Maritim (Semar) untuk mengetahui kondisi cuaca di wilayah yang terdapat ikan.

Ia melanjutkan, beberapa pemerintah daerah, misalnya Jawa Tengah, telah memanfaatkan data penginderaan jauh ini juga untuk mendukung program pembangunan daerah tertinggal.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh berbagai instansi mitra kerja sama LAPAN yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPPT, BIG, LIPI, BMKG, ORARI, TNI, POLRI, PT Citra Sari Makmur, PT Dahana, PT Riset Perkebunan Nusantara, dan PT Mitra Mandiri Muhibah.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL