Kompetensi Utama

Layanan


Catatan Karya Indonesia 2015: Pesawat N219, Satelit Lapan dan Kapal Riset
Penulis : Dwi Murdaningsih • Media : Republika.co.id • 27 Dec 2015 • Dibaca : 34328 x ,

Dua Pilot uji, Esther Gayatri Saleh (kanan) dan Ahmad Ervan (kiri) naik ke pesawat N219 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI), Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/11). (Antara/Novrian Arbi)

REPUBLIKA.CO.ID, Tahun 2015 mencatatkan berbagai peristiwa penting di bidang teknologi. Beberapa peristiwa besar di bidang teknologi antara lain diresmikannya pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia, peluncuran satelit buatan LAPAN, dan peresmian kapal riset laut pada puncak Hari Iptek Nasional.

Peluncuran pesawat N219

Pesawat N219 hasil produksi dalam negeri, Kamis (10/12), tampil perdana di Hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI), di Jalan Pajajaran, Bandung.

"Saya menyambut baik pengembangan N219 oleh industri penerbangan dalam negeri. N219 hadir dari Indonesia untuk Indonesia," kata Presiden Joko Widodo, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan.

Presiden mendorong agar industri pesawat transport nasional N219 karya anak bangsa itu bisa mempercepat konektivitas daerah terpencil di Tanah Air. Jokowi juga ingin N219 bisa bersaing dan menembus pasar dunia.

Pada amanatnya, Presiden mendorong semua pihak untuk memberikan dukungan dan perhatian dengan cermat bagi N219. Masukan dan koordinasi terus dilakukan dengan PTDI sehingga perusahaan dirgantara nasional itu terus menghasilkan produk pesawat yang baik dan aman.

Pada kesempatan itu, juga dipamerkan pesawat karya PT DI lainnya, yakni CN-235, N250, dan N212. Acara penampilan perdana N219 menandai bahwa rancang bangun dan struktur prototipe pesawat itu telah selesai dikerjakan serta siap diperkenalkan kepada publik secara utuh.

Pesawat N219 merupakan hasil pengembangan yang dilakukan PT DI sejak Maret 2007. Pesawat ini berkapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop. Kemampuan daya jelajahnya mencapai 1.580 NM dengan kecepatan maksimum 213 knot. Pesawat N219, menjawab permasalahan di wilayah dengan topografi berbukit seperti di Papua. N219 bisa terbang dengan landasan kurang dari 800 meter dan mampu bermanuver di daerah berbukit. Pesawat ini dijual seharga 5 sampai 6 juta dolar AS.

Peluncuran Satelit LAPAN A2/Orari

Satelit Indonesia yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), LAPAN A2/Orari diluncurkan bersama dengan lima satelit lain, Senin (28/9). Orari diluncurkan dengan menunggani Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV-C30) milik India dari Satish Dhawan Space Centre di Sriharikota.

LAPAN A2 adalah mikrosatelit yang dibuat berdasarkan satelit pertama LAPAN, Tubsat yang diluncurkan 2007 lalu. Tubsat dibuat di Jerman sementara LAPAN A2 dibuat sepenuhnya di Indonesia dengan menggunakan konsultan dari Jerman.

Orari membawa Automatic Identification System (AIS) untuk mengidentifikasi kapal-kapal di perairan Indonesia. Orari juga membawa kamera untuk merekam video dengan pembesaran tiga kali lebih luas dari Tubsat.

Menurut situs LAPAN, tujuan utama pembuatan satelit ini adalah untuk mitigasi bencana. LAPAN A2 ini membawa muatan untuk manajemen bencana. Muatannya berupa sistem radio komunikasi amatir.

Struktur satelit dan subsistemnya banyak sama dengan adik Orari, Satelit LAPAN A3. Muatan untuk observasi Bumi dari LAPAN A2 terdiri dari kamera video (Kappa PAL) untuk cakupan radius 80 km lebar tanah dan Kappa HDTV untuk observasi video beresolusi tinggi dengan cakupan dasar 11 x 6 km per frame video.

LAPAN A2 juga membawa muatan pengulang suara dan repeater APRS untuk komunikasi Organisation for Amateur Radio Indonesia (ORARI) selama bencana. Satelit ini melayang di dekat orbit ekuatorial di 8-10 derajat dekat orbit sirkular. Orbit ini akan membuat satelit mengelilingi Indonesia selama 14 kali dalam sehari.

Peluncuran tiga kapal riset kemaritiman
Indonesia meluncurkan tiga kapal riset dalam peringatan harteknas ke 20, Senin (10/8). Ketiga kapal riset tersebut yakni Kapal Riset Rigel 933, Baruna Jaya IV dan Bawal Putih III. Peluncuran kapal dipimpin oleh Indroyono Soesilo yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim).

Kapal Riset Rigel milik TNI Angkatan Laut (AL) dilengkapi dengan sarana survei perairan yang sangat lengkap. Kapal ini dilengkapi dengan robot bawah laut yang canggih dan bisa memantau perairan Indonesia. Berangkatnya kapal riset milik TNI ini mengusung misi kedaulatan negara. Sebab, kata dia, di Indonesia, saat ini baru ada sekitar 13 ribu pulau yang sudah terferivikasi koordinatnya dan diberi nama. Masih ada ribuan pulau lain yang belum diberi nama.

Sementara itu, kapal Baruna Jaya milik BPPT memiliki misi untuk memantau pembangunan Marine Techno Park di Kabupaten Panajam, Kalimantan Timur. Marine Techno Park yang sedang dibangun ini nantinya akan menjadi pusat penelitian maritim terbesar di Indonesia. Tempat itu, kata dia, nantinya juga akan menjadi pangkalan kapal-kapal besar.

Kapal Bawal Putih milik Kementrian Kelautan dan Perikanan memiliki tugas untuk melakukan survey perairan di Indonesia. Dari hasil survey ini, nantinya akan diperoleh data mengenai wilayah perairan, berapa jumlah ikan yang ada, berapa stok yang ada dan aman untuk diambil tanpa merusak kelestariannya. Data riset yang dihasilkan diharapkan bisa menjadi landasan bagi pemerintah untuk menentukan berapa jumlah kapal yang bisa beroperasi untuk mengambil ikan.

Sumber :
http://trendtek.republika.co.id/berita/trendtek/sains-trendtek/15/12/27/nzyt1s368-catatan-karya-indonesia-2015-pesawat-n219-satelit-lapan-dan-kapal-riset








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL