Kompetensi Utama

Layanan


Lima Peristiwa Antariksa Penting di 2015
Penulis : Hani Nur Fajrina • Media : CNNIndonesia.com • 23 Dec 2015 • Dibaca : 36588 x ,

Sepanjang 2015 tentu banyak peristiwa ilmiah penting terkait keantariksaan yang terjadi, baik di Indonesia maupun dunia internasional.

Sebelum 2015 tutup buku, CNN Indonesia mencoba merangkumnya kembali dan berikut kilas balik sejumlah kejadian sains unik nan menakjubkan sepanjang tahun ini.

1. Satelit Indonesia mengangkasa di antariksa

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerjasama dengan India meluncurkan satelit Lapan-A2 ke antariksa pada 28 September lalu.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan proses perakitan satelit Lapan-A2 memakan waktu empat sampai lima tahun dan menelan biaya Rp 55 miliar.

Walau sudah rampung pada 2012, Lapan-A2 tetap harus menunggu muatan utama milik India yang juga akan diluncurkan, yakni satelit astronomi Astrosat yang bobotnya 1,5 ton mengingat satelit Indonesia harus menebeng roket India, TSLV-C30.

Dengan bobot 78 kilogram dan dilengkapi Automatic Identification System (AIS), Lapan-A2 bakal memantau aktivitas kemaritiman, salah satunya mengenai kondisi dan kegiatan kapal-kapal yang sedang berlayar.

Satelit lokal ini juga akan menggunakan instrumen kamera digital untuk memantau keadaan permukaan Bumi. (adt/eno)

2. Terungkap Fakta-fakta Planet Pluto

Pada pertengahan Juli kemarin, pesawat robotika nirawak New Horizons milik NASA berhasil terbang melintasi Pluto pada 12,5 ribu kilometer di atas permukaan sang planet dengan kecepatan 45 ribu kilometer per jam.

Setelah 9,5 tahun menjelajah antariksa, New Horizons mengirim sejumlah fakta baru tentang planet kerdil ini.

NASA mencatat fakta baru Pluto tersebut terdiri dari:
- Bukan kelabu atau biru, Pluto ternyata berwarna merah berpasir.
- Sering disebut sebagai planet kerdil, ukuran diameter Pluto nyatanya tidak bisa disebut kecil, yakni 2.370 kilometer.
- Pluto juga tidak begitu kelam seperti yang dibayangkan. Saat menjelang fajar dan senja tiap hari di Bumi, tingkatan kecerahannya ternyata sesuai dengan waktu siang hari di Pluto.

Sementara temuan lain yang terdapat di permukaan Pluto di antaranya adalah gunung berapi yang memuntahkan es, cahaya langit yang berwarna biru, hingga air es warna merah.

3. Heboh Seputar Mars: Fakta Baru dan Rencana 'Penjajahan'

Melalui kendaraan robotika Curiosity, NASA mengungkap banyak fakta baru tentang Mars. Di antaranya sunset di planet merah ini ternyata berwarna biru, ada kandungan nitrogen di sana, prediksi akan memiliki cincin seperti Saturnus, dan temuan air asin di permukaannya.

Selain karena fakta pendukung yang ditemukan ilmuwan NASA, Mars dianggap sebagai destinasi potensial bagi peradaban untuk menjadi tempat tinggal di masa depan.

Selain NASA yang ingin mengirim astronaut ke Mars pada 2030-an menggunakan pesawat Orion, adapun proyek nirlaba dari organisasi Belanda, Mars One, yang menggagas tujuan serupa dan rencananya akan mengirim penduduk Bumi ke Planet Merah pada 2024.

Miliuner Elon Musk pun tak mau ketinggalan. Pendiri perusahaan mobil listrik Tesla Motors itu berencana membangun ratusan satelit kecil yang akan membantu wujudkan mimpinya ciptakan koloni manusia di Mars, serta merakit pesawat luar angkasa dari SpaceX yang akan memboyong manusia ke sana.

4. Inovasi Pesawat Antariksa yang Bisa Kembali ke Bumi dan Dipakai Lagi

Di masa lalu, roket peluncur yang terbang ke luar angkasa akan dibuang dan menjadi sampah ruang angkasa. Kini, pesawat luar angkasa diusahakan bisa kembali ke Bumi alias reusable dan bisa dipakai lagi, guna menekan biaya penerbangan luar angkasa.

Perusahaan perakit wahana antariksa besutan Elon Musk, SpaceX, berhasil membangun pesawat luar angkasa berkonsep reusable yaitu kapsul Dragon dan roket Falcon 9.

Menggunakan teknologi yang bisa digunakan kembali membuat NASA memercayakan SpaceX untuk membawa kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dalam sebuah kontrak khusus, NASA menggelontorkan dana US$ 2,6 miliar ke SpaceX untuk membangun Falcon 9.

SpaceX tak sendiri. Perusahaan Blue Origin gagasan konglomerat teknologi Jeff Bezos juga telah meluncurkan pesawatnya di ketinggian 329.839 kaki ke luar angkasa pada akhir November lalu dan sukses mendarat kembali ke Bumi.

5. Dua Astronaut Huni Antariksa Selama Setahun

Dalam misi bernama One-Year Mission, astronaut NASA Scott Kelly dan Mikhail Kornienko dari Roscosmos Rusia meluncur ke antariksa dari Kazakhstan pada akhir Maret lalu. Sesuai dengan nama misinya, Scott dan Mikhail akan mendiami Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) selama satu tahun.

Dua antariksawan itu akan melakukan uji coba mengetahui bagaimana tubuh manusia jika tinggal dalam waktu panjang di luar angkasa dengan kondisi nol gravitasi. Selain kondisi fisik, dari misi ini juga akan diketahui bagaimana kondisi psikologis dan biomedis jika berada lama di luar angkasa.

Badan antariksa Amerika Serikat dan Rusia mengatakan data ini akan sangat berharga mengingat keduanya punya misi besar mengirim manusia ke planet Mars.

Sudah lebih dari separuh jalan, Scott yang menjadi astronaut NASA pertama untuk menjalankan misi durasi panjang di antariksa ini setidaknya akan melakukan aktivitas 'tak biasa', seperti menyaksikan 684 fenomena Matahari terbit dan terbenam, olahraga 700 jam, minum 730 liter keringat dan urin yang didaur ulang, dan menghasilkan tinja sebanyak 81 kilogram yang bakal dibakar dan dibuang ke atmosfer Bumi.

http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20151222152452-199-99899/lima-peristiwa-antariksa-penting-di-2015/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL