Kompetensi Utama

Layanan


Usut Pengemplang Pajak Pakai Satelit Lapan : Ditemukan 11 Ribu WP Tak Bayar Pajak
Penulis : amu • Media : radarsemarang.com • 13 Jan 2016 • Dibaca : 26985 x ,

SEMARANG – Selain tujuh pengusaha dinyatakan terbukti mengemplang pajak dan ditetapkan tersangka, diduga masih ada ribuan pengemplang pajak yang selama ini merepotkan penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng 1. Para pengemplang pajak yang dibidik kali ini khususnya pelaku bisnis pertambangan kapur.

Pihak penyidik Dirjen Pajak bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk mengusut para pelaku usaha yang tak bayar pajak negara tersebut. Penyidik melakukan penyisiran menggunakan peralatan canggih berupa citra satelit beresolusi tinggi, bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Hal itu untuk mengetahui keberadaan para pelaku bisnis pengerukan hasil bumi.

“Kami melakukan penelusuran menggunakan citra satelit. Hasil pemotretan berseri bisa untuk melihat kondisi daerah tambang dalam kurun 10 tahun,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng 1, Dasto Ledyanto, Senin (11/1).

Dikatakannya, citra satelit tersebut diperlukan untuk membantu mengetahui keberadaan para pelaku yang sulit terjangkau melalui jalur darat. “Misalnya di daerah Rembang, ternyata di bukit-bukit terdapat penambangan dan ditemukan alat berat. Hal itu diketahui setelah menggunakan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi. Bisnis mereka selama ini tidak didaftarkan sebagai wajib pajak,” terangnya.

Hasilnya, lanjut Dasto, diketahui ada 11 ribuan wajib pajak di wilayah Jateng tidak melapor dan tentu saja tidak membayar pajak. Sedangkan pelaku bisnis pertambangan yang belum terjangkau lokasinya kurang lebih ada 100-an pelaku. “Kami usahakan untuk terus melakukan penegakan. Pemotretan menggunakan satelit akan kami tingkatkan jangkauan lebih luas, baik di kota madya maupun kabupaten,” tandasnya.

Selain dalam bidang bisnis tambang, pihaknya juga akan meningkatkan pengecekan Pajak Pendapatan Negara (PPN) di perkotaan. Hal itu dilakukan menggunakan pantauan satelit dan dilakukan analisa sejumlah bangunan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyelidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng 1, Machrizal Desano mengatakan sejauh ini masih melakukan proses terhadap para pelaku bisnis yang mengemplang pajak. Sedikitnya ada 61 pelaku bisnis mengalami masalah piutang pajak. “Totalnya senilai Rp 85,9 miliar. Sudah kami lakukan pencegahan (dicekal agar tidak kabur ke luar negeri, Red),” katanya.

Pihaknya juga melakukan penyanderaan izin sebanyak 13 orang. Disampaikan sebelumnya, sebanyak tujuh pengusaha dinyatakan cukup bukti telah melakukan tindak pidana perpajakan. Mereka ditetapkan tersangka. Dari tujuh pengusaha tersebut, satu di antaranya telah disidang dan diganjar vonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 1,8 miliar.

“Sebanyak 61 orang (WP) itu terkait masalah piutang, sedangkan yang 7 orang tersangka itu terkait pidana perpajakan. Satu orang di antaranya telah divonis,” tandasnya.


Sumber :
http://www.radarsemarang.com/2016/01/12/usut-pengemplang-pajak-pakai-satelit-lapan.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL