Kompetensi Utama

Layanan


Maba, Lokasi Gerhana Matahari Total Terlama dan Pusat Pemantauan LAPAN-NASA
Penulis : Salmah Muslimah • Media : detiknews • 14 Jan 2016 • Dibaca : 21269 x ,

Jakarta - Maba, Maluku Utara akan dijadikan lokasi pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT) oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tanggal 9 Maret 2016 mendatang. National Aeronautics and Space Administration (NASA) juga akan bergabung dalam penelitian ini.

"LAPAN sebagai koordinator gerhana matahari nasional kerjasama dengan NASA untuk pengamatan di Maba, Maluku Utara. Itu termasuk (GMT) yang paling panjang sekitar 3 menit dan kondensi cahayanya lebih besar," kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan Pemuda Persil No.1 Rawamangun, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

(Baca Juga: 3 Menit Gerhana Matahari Total yang Mempesona)

Thomas mengatakan pengamatan bukan hanya dilakukan di Maba, tetapi juga di 10 provinsi yang dilewati GMT. Pengamatan ini melibatkan kerjasama LAPAN, LIPI dan beberapa universitas di Indonesia.

"Jalurnya melalui 10 provinsi, mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Babel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara," ucap Thomas.

Selain pengamatan, LAPAN juga bekerjasama dengan Kemendikbud dan Kementerian Pariwisata untuk melakukan edukasi dan promosi wisata gerhana. Edukasi diberikan kepada para siswa untuk melakukan pengamatan dan penelitian bersama timnya masing-masing. Selain itu juga untuk mengedukasi bagaiamana cara melihat gerhana yang aman.

"Gerhana matahari termasuk peristiwa langka dan jadi obyek wisata yang menarik bagi wisatawan domestik dan asing. Oleh sebab itu daerah yang dilewati jalur itu hotel-hotelnya banyak yang sudah penuh karena banyak travel perjalanan banyak menawarkan paket-paket perjalanan," jelas Thomas.


Fenomena gerhana yang hanya ada di Indonesia ini merupakan fenomena langka dan banyak ditunggu bahkan dijadikan daya tarik pariwisata. Pesona indah yang akan terjadi di langit membuat peristiwa ini begitu dinantikan.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika piringan bulan menutupi seluruh piringan matahari. Saat itu matahari terlihat gelap total karena pancaran cahaya ke bumi terhalang oleh bulan.

GMT menjadi istimewa karena atmosfer matahari atau korona yang berwarna indah itu bisa dilihat dengan mata langsung atau menggunakan kacamata. Sebab jika bukan saat gerhana korona itu tidak bisa dilihat.



Sumber :
http://news.detik.com/berita/3118106/maba-lokasi-gerhana-matahari-total-terlama-dan-pusat-pemantauan-lapan-nasa








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL